‎Kenapa Emas Cocok untuk Aset Jangka Panjang? Baca Selengkapnya di Sini!  ‎

Emas Investasi Jangka Panjang
Emas Investasi Jangka Panjang
0 Komentar

KBEONLINE.ID – Emas sejak lama dikenal sebagai aset investasi yang aman dan tahan terhadap gejolak ekonomi. Dalam jangka panjang, logam mulia ini terbukti mampu menjaga nilai kekayaan, bahkan terus mengalami pertumbuhan signifikan. Jika dilihat dari data historis, pergerakan harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari waktu ke waktu.

‎Data Harga Emas 2006–2016–2026

‎Perbandingan harga emas dalam rentang 20 tahun terakhir menunjukkan betapa kuatnya emas sebagai aset jangka panjang.

‎Pada 2006, harga emas di Indonesia masih berada di kisaran Rp150.000–Rp180.000 per gram. Saat itu, emas belum banyak dilirik sebagai instrumen investasi utama dan lebih dikenal sebagai perhiasan atau tabungan konvensional.

Baca Juga:‎Timnas Futsal Lolos Semifinal dan Catat Sejarah, Di Luar Dugaan Coach Hector Souto Justru Kecewa ‎‎Dibalik Sejarah Timnas Futsal Lolos ke Semifinal, Ada Tembok Kokoh Garuda: Habibie

‎Memasuki 2016, harga emas melonjak ke kisaran Rp600.000 per gram. Kenaikan ini dipicu oleh krisis global, pelemahan nilai tukar, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aset lindung nilai.

‎Sementara pada 2026, harga emas telah mencapai sekitar Rp2,7 juta per gram. Artinya, dalam 10 tahun terakhir harga emas tumbuh sekitar 4,5 kali lipat, dan jika dibandingkan dengan 2006, kenaikannya mencapai lebih dari 15 kali lipat.

‎Alasan Emas Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

‎Kenaikan harga tersebut menunjukkan bahwa emas memiliki kemampuan menjaga dan meningkatkan nilai kekayaan dalam jangka panjang. Emas juga dikenal tahan terhadap inflasi, ketika nilai uang menurun, harga emas justru cenderung naik mengikuti kondisi ekonomi.

‎1. Nilainya Cenderung Naik dalam Jangka Panjang

‎Data historis menunjukkan harga emas terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Dalam 10 tahun terakhir saja, harga emas tercatat meningkat hingga lebih dari 4 kali lipat. Fluktuasi jangka pendek memang ada, tapi tren besarnya cenderung naik.

‎2. Tahan Terhadap Inflasi

‎Saat nilai uang tergerus inflasi, emas justru mampu mempertahankan daya beli. Inilah sebabnya emas sering disebut sebagai pelindung nilai (hedging). Ketika harga kebutuhan pokok naik, nilai emas biasanya ikut menyesuaikan.

0 Komentar