CIKARANG SELATAN – 292 usulan pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2027 di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, saat ini sedang proses tahapan validasi mitra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Camat Kecamatan Cikarang Selatan, Muhammad Said mengatakan, 292 usulan itu dari 7 Desa di Kecamatan Cikarang Selatan. Masing-masing desa mengusulkan pembangunan melalui Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD).
”Jadi usulan ini berdasarkan hasil Musrenbangdes di setiap desa kemarin. Setiap desa bebas mengusulkan sebanyak-banyaknya, dan juga mengusulkan 10 pembangunan skala prioritas di setiap desa nya,” kata Said kepada Cikarang Eksepres, usai acara Musrenbang Kecamatan Cikarang Selatan Tahun 2026 di Aula Kecamatan setempat, Rabu (4/2/26).
Baca Juga:Tak Mau Kalah dari Persija, Ragnar Oratmangoen Diisukan Merapat ke Persib BandungDone Deal Mauro Zijlstra Merapat ke Persija, Ramai di Medsos Lakukan Pemotretan di Atas Bus
Said menyebut, usulan ini tidak semuanya bisa di realisasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Tergantung dari pada kemampuan keuangan daerah nya.
” Ya itu kebijakan pemerintah daerah, kami hanya berupaya mengusulkan pembanguan yang memang seharusnya di bangun, terutama usulan pembangunan skala prioritas. Tapi mudah-mudahan saja semua usulan ini bisa di realisasikan,” ucapnya.
Di samping itu, Said juga menyampaikan bahwa tahun ini Kecamatan Cikarang Selatan mendapatkan realisasi pembangunan infrastruktur sebanyak 86 titik. Anggarannya bersumber dari APBD Tahun 2026 sebesar Rp 25.955.529.322
Sementara itu, Tim Monitoring Musrenbang Kecamatan, Asisten Daerah (Asda) II, Ani Agustini menyampaikan hasil dari Musrenbang Desa dan Kecamatan ini kemudian akan di verivikasi dengan dinas-dinas nya.
”Jadi saat ini kita terbagi 4 tim untuk melakukan monitoring Musrenbang di Kecamatan di 23 Kecamatan. Jadi untuk hasilnya menunggu sampai semuanya kecamatan selesai melaksanakan Musrenbang,” bilangnya.
Selain itu, Ani menyebutkan bahwa arah pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBD 2026 ini baru akan di mulai pada triwulan 3. Karena saat ini sedang fokus pada pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
”Inikan program nasional sudah jadi atensi nasional karena sampah di kabupaten bekasi kan luar biasa apalagi terkendala pembangunan tol japek 2 . Jadi itukan menjadi pemikiran kita bersama bukan hanya kabupaten Bekasi tapi provinsi maupun dari kementerian,” tandasnya. (mil)
