“Apakah mungkin pelaku bisa naik kereta menggunakan identitas perempuan?” tulis korban.
Melalui media sosial, korban meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya akun layanan pelanggan @KAI121, untuk membantu menelusuri identitas terduga pelaku melalui data manifest penumpang dan rekaman CCTV di dalam rangkaian kereta.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan, respons cepat petugas, serta sistem keamanan yang lebih ketat, terutama untuk melindungi penumpang perempuan pada jam-jam rawan.
Baca Juga:Erosi Kali Bekasi Ancam Permukiman Warga Tambun Utara, Rumah Bersertifikat SHM Amblas ke SungaiPrabowo Gaungkan Program Gentengisasi Nasional, Targetkan Atap Rumah Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak dialami oleh penumpang lain,” tulis korban.
