Cetak 4.106 Paspor di Awal 2026, Permohonan Paspor di Imigrasi Karawang untuk Wisata dan Umrah Melonjak

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mencatatkan kinerja positif pada awal tahun dengan menerbitkan sebanyak 4.106 paspor pada Januari 2026.
0 Komentar

KBEonline.id, KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang mencatatkan kinerja positif pada awal tahun dengan menerbitkan sebanyak 4.106 paspor pada Januari 2026. Dari ribuan pemohon, tujuan perjalanan wisata dan ibadah umrah menjadi yang paling dominan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Andro Eka Putra, mengungkapkan kategori “Permohonan Baru” menjadi penyumbang angka terbesar dengan total 2.673 paspor, disusul oleh kategori “Penggantian Habis Berlaku” sebanyak 930 paspor.

Selain untuk tujuan wisata dan religi, Imigrasi Karawang juga mencatatkan 418 permohonan paspor untuk keperluan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Khusus untuk PMI, proses cetak paspor diajukan di Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Imigrasi yang terletak di Kantor Disnaker Karawang.

Baca Juga:Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Kejurda Jabar, Jadi Momentum Bangkitnya Semangat Pembinaan PBVSI KarawangKemenag Karawang Borong 8 Penghargaan di KPPN Award 2025

“Untuk layanan LTSP atau paspor PMI, dari total 418 penerbitan, sebanyak 407 di antaranya adalah pemohon perempuan, sedangkan pemohon laki-laki hanya 11 orang,” jelasnya, Selasa (10/02).

Andro menambahkan, proses penerbitan paspor dilakukan melalui pemeriksaan oleh petugas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Jika diperlukan, petugas akan meminta dokumen tambahan sebagai pendukung terhadap keterangan yang diberikan saat proses wawancara paspor berlangsung.

“Tujuannya bukan untuk mempersulit, melainkan memberi perlindungan bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) agar tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” tambahnya.

Dengan tingginya volume penerbitan paspor tersebut, Andro menegaskan hal ini menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus menjaga standar pelayanan.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan yang PRIMA, baik bagi pemohon tujuan wisata, ibadah, maupun para pahlawan devisa kita yang akan bekerja,” pungkas Andro.

0 Komentar