KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Bencana banjir di Kabupaten Bekasi terus meluas di tengah Ramadan 1447 Hijriah. Hingga Jumat (20/2/2026) pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 75 titik kejadian tersebar di sejumlah desa dan kecamatan.
Data terbaru BPBD Kabupaten Bekasi menunjukkan jumlah warga terdampak meningkat menjadi 19.408 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, 94 KK atau 376 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah terendam dan akses lingkungan terputus.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis menyebutkan, bencana kali ini berdampak pada 19.408 kepala keluarga (KK), 94 KK atau sekitar 376 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah terendam dan akses terputus.
Baca Juga:Gameloft Sempat Jadi Raja Game HP, Namun Redup Karena Meninggalkan Kualitas?KABAR BAIK UNTUK GURU TPG Mulai Cair 23–27 Februari, SKTP Terbit Bertahap
“Tim kami masih melakukan pendataan lanjutan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik sudah dilakukan di sejumlah lokasi terdampak,” kata Muchlis kepada Cikarang Ekspres, Jumat (20/2).
Wilayah Kecamatan Babelan menjadi salah satu episentrum banjir. Genangan dengan tinggi muka air (TMA) 20-40 sentimeter merendam Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti.
Di Kelurahan Kebalen, longsor dilaporkan terjadi di dua titik permukiman warga. Sementara itu, Kecamatan Tambun Utara mencatat dampak lebih luas. Banjir dengan TMA 30–100 cm menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur.
Di wilayah ini, angin puting beliung juga dilaporkan menerjang Desa Srimukti, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria. Di Kecamatan Cikarang Utara, banjir tercatat paling parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 sentimeter.
Genangan merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja, memutus akses jalan lingkungan dan memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Di Kecamatan Cabangbungin, banjir merendam Desa Jayalaksana dengan TMA 20–40 cm, sementara Desa Setialaksana dilaporkan terdampak angin puting beliung.
Banjir juga meluas ke Kecamatan Cibitung, merendam Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya, dan Desa Sarimukti. Di wilayah pesisir Kecamatan Muara Gembong, banjir menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari.
Baca Juga:Kenapa Hanya Bulan Ramadhan Ramai Takjil? Ini Penjelasan Lengkapnya!Tren Baru 2026! Dubai Chewy Cookie yang Sold Out Tiap Hari Ramaikan Pasar Kuliner Indonesia
Selain itu, Desa Sukamekar dilaporkan terendam dengan TMA 30–100 cm, menambah daftar wilayah terdampak di bagian selatan Kabupaten Bekasi. BPBD juga mencatat kejadian longsor di beberapa desa, di antaranya Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, dan Jayasampurna.
