Longsor terjadi di beberapa titik tebing dan lereng permukiman, meski belum ada laporan korban jiwa. Hingga Jumat sore, BPBD mencatat tiga lokasi pengungsian, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik di Desa Karangraharja.
Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, dan PJT II melakukan pendataan, evakuasi, pendirian tenda pengungsian, hingga distribusi bantuan logistik.
Baca Juga:Gameloft Sempat Jadi Raja Game HP, Namun Redup Karena Meninggalkan Kualitas?KABAR BAIK UNTUK GURU TPG Mulai Cair 23–27 Februari, SKTP Terbit Bertahap
Muchlis menegaskan, fokus utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen cepat di lapangan karena potensi genangan masih bertambah.
“Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul,” ujar Dodi.
Ia menambahkan, distribusi logistik difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, air bersih, selimut, serta kebutuhan bayi dan lansia.
“Selama Ramadan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus,” pungkasnya. (Iky)
