KBEONLINE.ID KARAWANG – Akses jalan alternatif di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, hingga kini belum dapat difungsikan secara maksimal. Pembangunan jalur tersebut terhambat keberadaan kabel listrik yang melintang di area pekerjaan.
Jalan alternatif itu sebelumnya dibuka sebagai solusi sementara setelah ruas jalan utama di wilayah tersebut mengalami amblas. Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas warga di sejumlah titik permukiman.
Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Kampung Sumedangan, Kampung Bobojong, serta kawasan Perumahan Festival dan Golden. Warga terpaksa memutar arah atau menggunakan akses terbatas untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga:Bupati Karawang Pimpin Langsung Patroli THM Selama Ramadhan, Tegaskan Tegaskan Cabut Izin bagi PelanggarModus Jalan-Jalan, Oknum Pembina Pramuka di Kabupaten Bekasi Diduga Lakukan Pemerkosaan
Pemerintah Desa Purwadana bersama unsur masyarakat berinisiatif membuka jalur alternatif guna memulihkan akses transportasi. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari pihak swasta yang mengizinkan sebagian lahannya digunakan sebagai jalur sementara.
Namun, proses pengerjaan di lapangan tidak berjalan lancar. Kabel listrik berukuran besar yang melintang di lokasi membuat alat berat tidak dapat beroperasi dengan leluasa karena faktor keselamatan.
Tokoh pemuda setempat, Lukman N. Iraz, menyampaikan bahwa hambatan tersebut cukup mengganggu percepatan pembangunan jalan alternatif.
“Alat berat tidak bisa bekerja maksimal karena ada kabel listrik besar yang melintang di jalur pekerjaan. Ini tentu menghambat proses pembukaan jalan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurut Lukman, Pemerintah Desa Purwadana telah melayangkan surat resmi kepada pihak PLN beberapa hari sebelumnya untuk meminta penanganan teknis terhadap kabel tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut di lapangan.
Ia menilai respons cepat sangat dibutuhkan mengingat akses jalan alternatif tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang terdampak jalan amblas. Menurutnya, keterlambatan penanganan hanya akan memperpanjang kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap ada respons segera dari PLN agar pekerjaan bisa dilanjutkan dan akses warga kembali normal,” katanya.
Baca Juga:Melalui Safari Ramadan, Camat Ciksel Tekankan Pentingnya Menjaga Kondusifitas di Wilayah Antusiasme Tinggi, Kuota Mudik Gratis Dishub Karawang Langsung Habis dalam Hitungan Jam
Ia juga menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut yang jelas, warga akan mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk aspirasi.
“Kalau masih belum ada respons, kami akan melakukan unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan dan tuntutan agar persoalan ini segera ditangani,” pungkasnya.
