Ali Khamenei Enggan Evakuasi Sebelum Serangan Bombardir, Pilih Tetap Bersama Rakyat Iran

Ayatollah Sayyid Ali Khamenei
Ayatollah Sayyid Ali Khamenei saat menyampaikan pidato kenegaraan di Teheran sebelum wafat akibat serangan udara.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dilaporkan menolak sejumlah tawaran evakuasi sebelum serangan udara mematikan yang akhirnya merenggut nyawanya.

Keputusan itu diambil dengan pertimbangan utama yakni, keselamatan rakyat Iran harus diutamakan.

Fakta tersebut diungkapkan Dr. Abdul Majid Hakeem Ilahi, perwakilan resmi Khamenei di India.

Menurutnya, ancaman serangan sebenarnya telah terdeteksi sejak awal.

Baca Juga:Klasemen Liga 1 Memanas, Persija Menggantungkan Asa dari Duel Persib vs PersebayaPersib Pede Tantang Persebaya di GBT, Adam Alis: Mental Tim Sedang Naik

Namun Khamenei tetap memilih bertahan di kantor dan kediamannya, meski risiko keselamatan semakin tinggi.

Ia disebut menegaskan bahwa seluruh langkah pengamanan negara seharusnya lebih dulu diarahkan untuk melindungi masyarakat sipil Iran.

Evakuasi pribadi, menurut Khamenei, bukan pilihan yang etis ketika situasi sedang genting.

“Sikap beliau sangat jelas. Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama, bukan evakuasi pribadi,” ujar Abdul Majid dalam keterangannya dikutip Al Jazeera Rabu, (4/3/2026).

Serangan udara yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel tersebut berujung pada wafatnya Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Tragedi itu juga merenggut korban dari kalangan keluarga dekat.

Dalam peristiwa tersebut, istri Khamenei, menantunya yang merupakan istri dari putra laki-lakinya serta beberapa keponakannya dilaporkan turut menjadi korban serangan.

Keputusan Khamenei menolak evakuasi dipandang sebagai cerminan prinsip kepemimpinan yang selama ini ia pegang teguh.

Baca Juga:Ramon Tanque Panaskan Laga di GBT, Persebaya Waspadai Ketajaman Lini Depan PersibPasca Ali Khamenei Tewas, Dewan Tiga Orang Pegang Kendali Sementara Iran

Bagi Khamenei, seorang pemimpin harus tetap bersama rakyatnya, terutama ketika negara berada dalam kondisi paling berbahaya.

Kabar wafatnya Khamenei langsung mengguncang Iran dan memicu duka nasional dan internasional.

Pemerintah setempat menetapkan masa berkabung, sementara situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kian memanas.

Sejumlah negara kini meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau potensi dampak lanjutan dari serangan tersebut terhadap stabilitas regional, termasuk kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas.

0 Komentar