KBEONLINE.ID KARAWANG — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menghadiri kegiatan tarawih keliling (tarling) yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran di Kecamatan Karawang Timur Kelurahan Palawad. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada para tokoh keagamaan dan masyarakat.
Aep mengatakan, kegiatan tersebut merupakan titik ke-10 dari rangkaian tarawih keliling yang digelar selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan di titik ke-10 sekaligus memperingati Nuzulul Quran di bulan suci Ramadan,” ujar Aep, Jumat (6/3).
Baca Juga:Perpusda Karawang Jadi Tempat Favorit Warga Ngabuburit Selama RamadanPolres Karawang Pastikan Perayaan Cap Go Meh 2577 Berjalan Aman dan Tertib
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) juga membagikan sekitar 1.000 paket takjil kepada masyarakat yang hadir.
“Terima kasih kepada DP3A dan Dinas Sosial yang telah berpartisipasi membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat,” kata Aep.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan insentif kepada sejumlah tenaga keagamaan. Bantuan tersebut di antaranya diberikan kepada guru ngaji sebesar Rp1.500.000, guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebesar Rp1.200.000, serta guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) masing-masing sebesar Rp1.200.000.
Insentif juga disalurkan kepada guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan amil dengan nominal Rp1.200.000, serta kepada marbot masjid sebesar Rp1.000.000 sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peran mereka dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Aep juga menyinggung makna penting Al-Qur’an bagi umat Islam. Menurutnya, kehadiran Al-Qur’an menjadikan Islam sebagai agama yang istimewa dan menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim.
“Dengan Al-Qur’an, Islam menjadi agama yang istimewa dan pernah mencapai masa keemasan dalam sejarah peradaban,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejarah dunia menunjukkan bahwa banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim pernah mengalami masa penjajahan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(Aufa)
