Kampung Lorong Buangkok : Kampung Tradisional Terakhir yang Bertahan di Tengah Modernitas Singapura

Kampung Lorong Buangkok Singapura
Kampung Lorong Buangkok Singapura
0 Komentar

KBEONLINE.ID SINGAPURA — Di tengah gemerlap gedung pencakar langit dan kemajuan kota Singapore, masih terdapat sebuah perkampungan tradisional yang bertahan hingga kini. Kampung tersebut adalah Kampong Lorong Buangkok, yang dikenal sebagai satu-satunya kampung tradisional yang masih tersisa di negara tersebut.

Meski berada tidak jauh dari kawasan perkotaan yang dipenuhi apartemen modern, suasana kampung ini terasa sangat berbeda. Jalan kecil, rumah kayu, serta lingkungan yang tenang membuat tempat ini seolah membawa pengunjung kembali ke Singapura pada masa puluhan tahun lalu.

Kampung Terakhir di Singapura

Kampung Lorong Buangkok sering disebut sebagai perkampungan terakhir di Singapura yang masih mempertahankan nuansa tradisional. Di tengah perkembangan pesat kota, kawasan ini tetap berdiri dengan rumah-rumah sederhana yang sebagian besar terbuat dari kayu dan beratap seng.

Baca Juga:Pemkab Bekasi Dukung Rusun Subsidi di CikarangLippo Hibahkan 30 Hektare Dukung Program 3 Juta Rumah

Lokasinya cukup dekat dengan kawasan perkotaan, namun begitu memasuki area kampung, suasana langsung berubah menjadi lebih tenang dan alami, jauh dari hiruk-pikuk kota modern.

Tanah Milik Pribadi Jadi Alasan Bertahan

Salah satu alasan utama kampung ini masih bertahan hingga sekarang adalah karena tanahnya merupakan milik pribadi. Tanah tersebut dimiliki oleh seorang pemilik lahan yang hingga kini memilih untuk tidak menjualnya.

Meski pemerintah Singapura beberapa kali menawarkan harga tinggi untuk membeli tanah tersebut, sang pemilik tetap menolak. Ia memilih mempertahankan kampung itu sebagai bentuk penghormatan terhadap janji kepada mendiang ayahnya agar tanah tersebut tidak dijual dan tetap menjadi bagian dari warisan keluarga.

Biaya Sewa Sangat Murah

Kehidupan masyarakat di kampung ini tergolong sederhana. Para warga hanya menyewa tanah untuk membangun rumah mereka.

Menariknya, biaya sewa tanah di kampung ini sangat murah jika dibandingkan dengan biaya hidup di Singapura. Beberapa warga menyebutkan bahwa mereka hanya membayar sekitar 20 dolar Singapura per bulan, angka yang hampir tidak mungkin ditemukan di negara dengan biaya hidup tinggi seperti Singapura.

Terdapat Puluhan Rumah dan Surau

Saat ini terdapat sekitar 26 hingga 28 rumah yang berdiri di kawasan Kampung Lorong Buangkok. Selain rumah warga, di kampung ini juga terdapat sebuah tempat ibadah bernama Surau Al-Firdaus.

0 Komentar