Mengkhianati Dasa Dharma dan Jiwa Korsa, Pembina Pramuka di Cikarang Malah Redupaksa Siswi SMK 

ilustrasi
ist
0 Komentar

Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Selain karena melibatkan oknum tenaga pendidik, dugaan kejadian yang berulang juga menimbulkan keprihatinan masyarakat.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/307/II/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI, orang tua korban berinisial J (45) melaporkan terduga pelaku bernama Mohamad Ardyansah ke Polres Metro Bekasi pada 17 Februari 2026.

Peristiwa pertama diduga terjadi pada 10 Desember 2025 di sebuah hotel di wilayah Cikarang Utara. Saat itu, pelaku menjemput korban dengan alasan mengajak jalan-jalan. Namun, kendaraan justru diarahkan ke hotel. Korban sempat menolak ketika diajak masuk, tetapi pelaku berdalih hanya ingin beristirahat.

Baca Juga:Kertamulya Pedes Mencekam, 2 Maling Motor Diamuk Massa, 1 TewasGalaxy S26 Series Tiba di Tangan Konsumen, Ayo Unboxing dan merasakan Langsung Inovasi Terbaru dari HP AI 

Di dalam kamar hotel itulah, pelaku diduga melakukan kekerasan fisik dan memaksa korban berhubungan intim. Tak berhenti di situ, aksi bejad ini serupa dilaporkan kembali terjadi hingga tiga kali sampai Januari 2026.

Alhasil, kasus ini pun menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Selain karena melibatkan oknum tenaga pendidik, rentetan dugaan kejadian yang berulang memunculkan keprihatinan mendalam.

Korban yang identitas disamarkaan akhirnya menyampaikan pengakuan terkait peristiwa yang dialaminya.

Dalam keterangannya, korban mengaku mengenal terduga pelaku sekitar empat bulan sebelum kejadian. Hubungan keduanya disebut hanya sebatas komunikasi dalam kegiatan Pramuka di sekolah, di mana korban menjadi pendamping kegiatan ekstrakurikuler.

“Awalnya hanya sebatas pertemanan biasa. Saya hanya menjadi pendamping kegiatan Pramuka,” ungkap korban dikutip dari keterangan video yang diterima Cikarang Ekspres, Selasa (24/2).

Korban mengaku tidak pernah menaruh kecurigaan terhadap pelaku. Namun, ia menduga pelaku memiliki niat lain yang tidak pernah ia sadari sebelumnya.

Peristiwa dugaan kekerasan itu disebut terjadi setelah pelaku mengajaknya berjalan-jalan. Korban mengatakan dirinya dibujuk dan diyakinkan bahwa kegiatan tersebut hanya sekadar bermain dan berkeliling.

Baca Juga:Kekerasan di Kalangan Cewek, Tiga Remaja Putri Tempuran Keroyok Temannya SendiriJasad Pria Misterius Tiba-tiba Muncul di Permukaan Irigasi Tambun Utara

“Pelaku memiming saya, katanya hanya sekadar bermain dan berjalan-jalan saja,” tuturnya.

Namun situasi berubah ketika pelaku mengarahkannya ke sebuah hotel di wilayah Cikarang Utara. Di dalam kamar, pelaku sempat beristirahat setelah beraktivitas bersama korban. Tidak lama kemudian, pelaku diduga melakukan tindakan yang tak diinginkan korban.

0 Komentar