Untuk Ziarah Kubur, Harga Bunga Tihong di Kabupaten Bekasi Jadi Mahal 

Bunga tihong
Kebun bunga Tihong di Kabupaten Bekasi.
0 Komentar

KBEonline.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas panen bunga tihong atau bunga tabur mulai ramai di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Namun, musim panen tahun ini tak sepenuhnya menggembirakan bagi para petani.

Sejumlah pemilik kebun tampak sibuk memetik bunga berwarna merah, putih, dan merah muda sejak Jumat siang. Bunga tihong menjadi komoditas yang banyak dicari warga untuk kebutuhan ziarah kubur saat Lebaran.

Sayangnya, hasil panen tahun ini tidak maksimal. Banjir yang melanda beberapa waktu lalu membuat banyak tanaman mati terendam air. Akibatnya, tidak sedikit petani yang gagal panen.

Baca Juga:TAKBIR…, Urusan Ngadulag Bedug Karawang Jagonya, Juara Pertama Festival Dulag Istimewa Jawa Barat 2026Semarak Festival Ngadulag Karawang Diikuti 30 Kecamatan, Tradisi Lama Bangkit Kembali

“Biasanya bisa panen sampai 20 ember, sekarang jauh berkurang. Banyak yang tidak panen karena kebanjiran,” ujar Senah, pemilik kebun bunga tihong ketika diwawancarai Cikarang Ekspres.

Meski produksi menurun, kondisi ini justru mendongkrak harga di pasaran. Jika sebelumnya satu ember bunga dijual Rp35 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu hingga Rp50 ribu per ember.

Kondisi tersebut dimanfaatkan petani yang masih bisa panen untuk menutup kerugian. Dalam satu musim, mereka tetap bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.

Di sisi lain, pengepul mulai berdatangan langsung ke kebun untuk memborong hasil panen. Selanjutnya, bunga akan didistribusikan ke pedagang eceran di area pemakaman umum.

“Sekarang bunganya lagi langka, banyak yang tidak panen karena banjir,” kata Legar, pengepul bunga tihong.

Sebagai informasi, dalam satu kali masa tanam, bunga tihong dapat dipanen hingga lima kali, tergantung kondisi lahan. Petani pun berharap ke depan tidak ada lagi banjir agar hasil panen bisa kembali normal saat momentum Lebaran. (Iky)

0 Komentar