“Kalau sudah jelas, misalnya infeksi masuk ke ruang Seruni, kalau demam biasa ke penyakit dalam. Jadi tidak sembarangan dipindahkan,” katanya.
Asep juga meluruskan persepsi pentingnya pemahaman masyarakat terkait fungsi IGD. Ia mengaku sempat memberikan edukasi langsung kepada pasien yang mengeluhkan lamanya penanganan.
“Saya sampaikan ke pasien, di sini bukan didiamkan, tapi diobservasi. Karena ada penyakit serius seperti jantung dan stroke yang memang butuh pengawasan ketat, bahkan bisa masuk ICU,” ujarnya.
Baca Juga:Prioritas Cara Mengatur Uang Jika Gaji Kamu UMR: Gen Z Wajib Melek FinansialKESEMPATAN EMAS Magang di Pegadaian: Generasi Muda Diajak Rasakan Dunia Kerja Profesional Sejak Dini
Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah pasien di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan pasca libur Lebaran. Hal ini dipicu oleh kelelahan dan pola hidup yang kurang terkontrol.
“Pasien meningkat. Banyak yang diare, mual, pusing. Itu karena pola makan, kebanyakan santan. Untuk cek kolesterol saja kan harus puasa, jadi perlu waktu. Itu salah satu alasan pasien diobservasi,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Bekasi juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan RSUD melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya penerapan sistem klasterisasi penyakit agar penanganan pasien lebih terfokus.
“Kita akan buat klaster, infeksi satu gedung, penyakit dalam satu gedung, bedah juga terpisah supaya tidak bercampur,” katanya.
Selain itu, Asep juga menemukan sejumlah ruangan yang sudah tidak layak digunakan karena termakan usia dan mengalami kerusakan di rumah sakit tersebut.
“Banyak ruangan bocor dan tidak bisa dipakai. Ini jadi PR kita, termasuk soal anggaran. Karena ini menyangkut pelayanan kesehatan dan nyawa,” tegasnya.
Sebagai solusi, pihaknya berencana akan mengoptimalkan pemanfaatan ruang kosong, salah satunya di area Gedung Asoka, untuk tambahan ruang rawat inap.
Baca Juga:Awalnya Tak Banyak yang Tahu! Kini Nepal Van Java Jadi Destinasi Paling Diburu WisatawanCerita Mistis di Karawang: 7 Tempat yang Perlu Kamu Hindari
“Daripada beli lahan mahal, lebih baik kita manfaatkan ruang yang ada. Tadi kita lihat ada ruangan kosong, itu bisa dipakai untuk rawat inap,” jelasnya.
Terkait kehadiran tenaga medis di hari pertama kerja, Asep memastikan seluruhnya hadir dan menjalankan tugasnya.
“Tenaga medis full. Karena mereka terikat sumpah profesi, jadi tetap menjalankan kewajibannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti, memastikan seluruh layanan berjalan normal tanpa adanya sistem kerja dari rumah (WFH).
