KBEONLINE.ID KARAWANG – Arus balik Lebaran Idul Fitri 1447H/2026M pada H+7 di jalur arteri Pantura Karawang, atau tepatnya di pertigaan Simpang Jomin Cikampek, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat terpantau ramai lancar.
Hal itu berdasarkan pantaun terkini yang dapat dilaporkan langsung di jalur arteri Pantura Karawang pada Jumat (27/3) pagi ini.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengungkapkan, lonjakan kendaraan pada arus balik lebaran 1447H kali ini diprediksi bakal mencapai puncaknya pada tanggal 28–29 Maret 2026. Ribuan kendaraan dari arah Jawa Barat dan Jawa Tengah dipastikan bakal tumpah ruah melintas disepanjang jalur yang ada di Kabupaten Karawang.
Baca Juga:Emosi Warga Memuncak! Dugaan Perselingkuhan Berakhir Aksi Main Hakim Sendiri di TirtajayaWisata 2 Hari 1 Malam di Pangalengan Bandung : Dari Danau Cantik hingga Rafting dan Sunrise Negeri Atas Awan
“Potensi puncak arus balik kedua diprediksi bakal terjadi pada hari Sabtu dan Minggu malam, volume kendaraan yang akan melintas di wilayah Karawang cukup besar nantinya,” tegas Fiki.
Berdasarkan catatan traffic counting Polres Karawang, kata Fiki melanjutkan, bahwa ada ratusan ribu kendaraan pemudik yang merupakan sisa arus balik yang belum bergerak ke Jakarta. Situasi ini berpotensi memicu kepadatan parah, terutama di jalur-jalur krusial baik di jalur Tol Jakarta-Cikampek maupun jalur arteri Pantura Karawang.
“Data terbaru menyebut, sekitar 200 ribu kendaraan masih belum kembali ke Jabodetabek. Artinya, akhir pekan ini bakal jadi puncak akhir dari para pemudik yang balik mengarah ke Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya.
Meski puncak pertama sudah lewat pada Selasa 24 Maret 2026, kondisi lalu lintas belum sepenuhnya aman. Justru, ancaman kemacetan masih mengintai dalam beberapa hari ke depan.
“Titik rawan diprediksi terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) hingga jalur arteri Karawang. Pengendara diminta ekstra waspada dan pintar memilih waktu perjalanan,” imbaunya.
Lebih lanjut Fiki, kendati Operasi Ketupat Lodaya 2026 sudah berakhir, pengamanan tetap dilanjutkan lewat Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan atau KRYD yang diberlakukan hingga hari Minggu malam sampai pukul 23.59 WIB.
“Tentu kami (Polisi) tidak akan tinggal diam. Sebab personel kami masih tetap disiagakan penuh di berbagai pos pengamanan,” tegasnya.
Baca Juga:Atlet Bela Diri Asal Karawang Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional Malaysia Strike MMA ChampionKenapa Nasi Padang Harganya Murah Cuma Rp10.000? Begini Fakta Lengkap yang Bikin Kamu Kaget!
Tak hanya itu, rekayasa arus lalu lintas seperti Contra Flow hingga One Way pun bakal tetap diterapkan secara situasional. Termasuk salah satu andalan pihak kepolisian dalam memberlakukan rekayasa arus lalu lintas dengan pemanfaatan jalur alternatif Tol Japek II Selatan yang dinilai mampu untuk mengurai beban kendaraan di jalur utama.
