kbeonline.id – Persis Solo tengah menghadapi situasi sulit di tengah perjuangan mereka keluar dari zona degradasi di BRI Super League 2025-2026. Sanksi dari Komisi Disiplin PSSI membuat Laskar Sambernyawa harus menjalani lima laga kandang tanpa penonton.
Hukuman ini dijatuhkan setelah terjadinya kericuhan antarsuporter saat menghadapi Persijap Jepara. Selain denda, larangan kehadiran suporter jelas menjadi kerugian besar, terutama karena Persis masih memiliki empat laga kandang penting yang bisa menentukan nasib mereka di klasemen.
Empat Laga Kandang Penentu Nasib
Empat pertandingan kandang tersebut akan mempertemukan Persis dengan Semen Padang, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Dewa United. Dalam situasi persaingan papan bawah yang sangat ketat, kehilangan dukungan langsung dari suporter bisa menjadi faktor krusial.
Baca Juga:Carlos Pena Tekankan Komitmen, Persita Siap All-Out di Sembilan Laga PenentuSudah Siap Bergabung, Joel Cornelli Justru Gagal Merapat ke Madura United
Atmosfer stadion selama ini menjadi salah satu kekuatan tambahan bagi tim. Tanpa dukungan tersebut, Persis dituntut untuk memiliki mental lebih kuat demi tetap tampil maksimal di setiap laga.
Harapan pada Proses Banding
Pelatih Persis, Milomir Seslija, berharap keputusan tersebut masih bisa berubah. Ia menaruh harapan besar pada proses banding yang telah diajukan oleh manajemen klub.
Menurutnya, kehadiran suporter bukan hanya soal jumlah, tetapi juga energi yang mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan. Ia optimistis pihak federasi dapat mempertimbangkan situasi ini secara bijak.
Fokus Jaga Tren Positif
Di tengah polemik yang ada, Persis memilih tetap fokus pada persiapan tim. Usai jeda Idulfitri, mereka langsung menggelar pemusatan latihan untuk menjaga performa.
Performa Persis di putaran kedua menunjukkan peningkatan signifikan. Mereka berhasil melalui enam pertandingan tanpa kekalahan, yang menjadi modal penting dalam upaya keluar dari zona merah.
Sembilan Laga Jadi Penentu
Dengan sembilan pertandingan tersisa, Persis masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen. Konsistensi dan fokus akan menjadi kunci utama dalam menghadapi sisa musim.
Terlepas dari ada atau tidaknya suporter di stadion, tim dituntut untuk tetap tampil maksimal demi mengamankan poin dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
