KBEonline.id, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak akan melakukan perluasan lahan untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi di Cibitung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran dengan memaksimalkan pemanfaatan ruang yang sudah tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah melakukan optimalisasi terhadap bangunan dan ruangan yang sudah tersedia.
“Diruangan belakang di Asoka, itu banyak ruangan yang kosong juga. Nah ke depannya ruangan itu kita memanfaatkan untuk rawat inap. Jadi kita ngapain beli lahan mahal-mahal,” ucap Asep Surya Atmaja di Cikarang Pusat, Minggu (29/3).
Baca Juga:Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026 Spesial Akhir Pekan Lengkap Cara Klaim, Ada Senjata & Diamond Eksklusif!Jadwal Bioskop Trans TV 29 Maret 2026 Lengkap Sinopsis, Akhir Pekan Nonton Film Bruce Willis dan Mark Wahlberg
Menurutnya, keputusan matang ini diambil setelah jajaran pemerintah daerah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik di RSUD. Asep mengungkap dengan pemanfaatan ruang kosong dinilai jauh lebih efektif dan efisien secara anggaran dibandingkan harus melakukan pembebasan lahan baru yang membutuhkan biaya besar.
“Kita temukan ada ruangan-ruangan yang memang kosong. Nah ruangan kosong itu nanti kita pergunakan untuk rawat inap. Dan saya pikir cukuplah sementara menampung lah,” tambahnya.
Selain efisiensi lahan, lanjut Asep, Pemkab Bekasi juga tengah merancang transformasi sistem pelayanan melalui metode klasterisasi gedung. Rencananya, setiap jenis penyakit akan dipisahkan dalam satu gedung khusus guna menghindari risiko kontaminasi dan mempermudah penanganan medis secara spesifik.
“Untuk ke depannya kita ingin diadakan klaster ya. Klasteran penyakit. Misalnya penyakit infeksi menular satu gedung. Penyakit internis satu gedung. Bedah satu gedung. Jadi nanti kita tidak bercampur ruangannya,” terang Asep.
Meski membatalkan rencana perluasan, Asep mengakui adanya tantangan besar terkait kondisi infrastruktur bangunan lama. Beberapa titik di RSUD ditemukan mengalami kerusakan fisik, seperti atap bocor, yang membuat ruangan tersebut saat ini belum bisa digunakan secara maksimal untuk pelayanan pasien. Kondisi ini membuatnya prihatin, terlebih Asep merupakan seorang dokter, dimana kenyamanan pasien menjadi hal utama.
“Saya juga melihat banyak sekali ya ruangan-ruangan yang memang termakan usia. Yang sudah bocor. Akhirnya tidak bisa dipergunakan karena khawatir jebol. Nah ini pekerjaan rumah (PR) ke depannya terkait anggaran,” ungkap Asep.
