Tak ketinggalan, situasi bola mati juga tetap menjadi senjata andalan. Gol ketiga Indonesia lahir dari skema sepak pojok yang dirancang dengan baik. Pergerakan pemain berhasil mengganggu penjaga gawang lawan, membuka peluang bagi Ole Romeni untuk mencetak gol dari situasi kemelut di depan gawang.
Secara keseluruhan, sentuhan John Herdman membuat permainan Indonesia jauh lebih hidup. Peran Ole Romeni sebagai penyerang yang bebas bergerak, bahkan menyerupai gelandang serang, menjadi elemen penting dalam menciptakan variasi serangan.
Dengan pendekatan taktik yang fleksibel dan keseimbangan antar lini, Timnas Indonesia kini tampil lebih modern, agresif, dan sulit diprediksi. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Garuda akan menjadi kekuatan baru yang disegani di kancah internasional.
