Mahasiswa Rujak Pemkab Bekasi di Forum Cipayung Plus

Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Bekasi berdialog interaktif dengan jajaran Pemkab Bekasi
Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Bekasi berdialog interaktif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjawab tuntutan pasca aksi unjuk rasa bertajuk \'BenahinBekasi\' di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat pada Senin (06/04/2026)
0 Komentar

KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Bekasi berdialog interaktif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjawab tuntutan pasca aksi unjuk rasa bertajuk ‘BenahinBekasi’ di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat pada Senin (06/04/2026)

Dalam pantauan Cikarang Ekspres tujuh organisasi mahasiswa yakni HMI, GMKI, GMNI, PMII, Hima Persis, IMM, dan LMND kompak “merujak” kinerja pemerintah daerah dengan sederet catatan kritis. Mereka menilai berbagai persoalan mendasar di Kabupaten Bekasi tak kunjung terselesaikan, bahkan cenderung berulang dari tahun ke tahun.

Dalam forum tersebut, hadir Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, bersama jajaran pejabat strategis, mulai dari unsur asisten daerah hingga kepala dinas teknis, termasuk Direktur RSUD Cibitung, RSUD Cabangbungin dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:Timnas Indonesia Disebut Setara dengan Italia Ini AlasannyaPesta Pernikahan Berujung Maut di Purwakarta Tamu Mabuk Tewaskan Tuan Rumah

Mahasiswa secara lugas menyoroti sektor pelayanan publik yang dianggap belum optimal. Persoalan layanan kesehatan menjadi salah satu yang paling disorot, disusul kondisi infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah titik, hingga masalah banjir yang terus menghantui tanpa solusi permanen.

Kemudian, isu tata kelola pemerintahan juga tak luput dari kritik. Mahasiswa menyinggung dugaan lemahnya komitmen dalam pemberantasan korupsi di lingkungan birokrasi. Mereka juga mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja lokal di tengah masifnya kawasan industri di Bekasi.

Tak hanya itu, kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi pun ikut disorot. Mahasiswa menilai peran BUMD belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, dalam forum tersebut mahasiswa juga secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Organisasi kepemudaan itu dinilai gagal menjadi representasi aspirasi pemuda, termasuk dalam memperjuangkan akses beasiswa gratis bagi mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik. Justru, masukan dari mahasiswa dalam forum dialog bersama Cipayung Plus dinilai sebagai energi penting untuk memperbaiki kinerja pemerintahan ke depan.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah menandatangani MoU dengan Cipayung Plus. Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar audiensi, tapi juga menambah banyak masukan untuk membangun Kabupaten Bekasi agar lebih baik,” kata Asep.

0 Komentar