KBEOnline.id – Tahun 2025, pemerintah Indonesia resmi merilis Indonesia Game Rating System (IGRS). Konsepnya sederhana: lima kategori umur—mulai dari 3+, 7+, 13+, 15+, sampai 18+. Tujuannya jelas, supaya orang tua dan anak punya pegangan, game mana yang aman, yang mana harus diawasi.
Tapi begitu IGRS dijalankan, ceritanya beda. Sistem ini langsung jadi sumber masalah, terutama di Steam. Banyak game tiba-tiba tidak punya rating. Ada yang terancam hilang dari peredaran. Bahkan beberapa rating terasa ngawur, nggak nyambung sama konten gamenya.
Padahal kalau ngintip sistem luar, rating game global punya fondasi kuat banget. Tiga nama besar—ESRB, PEGI, dan CERO—punya cara sendiri-sendiri, tapi tujuannya sama: kasih info yang benar, jelas, dan bisa dipercaya.
Baca Juga:Crimson Desert Raup Rp3 Triliun, PS5 Jadi Penyumbang UtamaGenshin Impact Ubah Segalanya, Dev Endfield Kewalahan
ESRB: Detail Sampai Titik Terkecil
ESRB lahir di tahun 90-an, pas game kayak Mortal Kombat bikin heboh. Sejak itu, mereka jadi dikenal ketat banget, analisa kontennya nggak setengah-setengah.
Publisher wajib kasih materi yang nunjukin sisi paling ekstrem dari game. Nggak boleh cuma trailer yang aman doang. Semua elemen sensitif—kekerasan, bahasa kasar, konten seksual—harus dipaparkan detail.
Tim penilainya nggak sembarangan. Mereka dilatih buat mewakili sudut pandang publik, terutama orang tua. Penilaian bukan cuma soal apa yang kelihatan, tapi juga konteksnya. Kekerasan kartun beda bobotnya sama kekerasan realistis.
Hasilnya: rating utama kayak E, T, atau M, lengkap deskripsi konten. Setelah game rilis, ESRB nggak lepas tangan. Kalau ada konten yang nggak dilaporkan, publisher bisa kena sanksi.
PEGI: Struktur Kuat, Verifikasi Independen
PEGI basisnya kuesioner detail. Publisher isi serangkaian pertanyaan tentang kekerasan, emosi, dan elemen lain.
Tapi proses nggak berhenti di kuesioner. Data diverifikasi lembaga independen kayak NICAM, jadi nggak bisa asal isi.
Poin plus PEGI ada di komunikasi visual. Selain rating umur, mereka pakai ikon—langsung kelihatan konten gamenya apa. Orang tua bisa ngerti risiko game cuma lihat sekilas.
Baca Juga:Anime The Detective Is Already Dead Dapat Game di SwitchRESMI! Steam Hapus IGRS Gara-Gara Diamuk Gamer Indonesia
Struktur PEGI melibatkan psikolog anak, akademisi, dan pakar media. Prosesnya ada jalur komplain resmi, kalau rating dianggap nggak pas.
