Dituding Hina Ulama, Ombi Hari Wibowo Minta Maaf di Hadapan Massa Aksi

Ombi Hari Wibowo
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, Minta Maaf di Hadapan Massa Aksi. -kbeonline.id-
0 Komentar

KBEONLINE.ID, BEKASI – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, menjadi sorotan setelah namanya disebut peserta aksi damai penolakan revisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepariwisataan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dituding meremehkan pergerakan ulama, namun membantah tuduhan tersebut dan memilih menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan massa.

Aksi yang digelar Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Kamis (9/7), sempat memanas ketika massa meneriakkan nama Ombi Hari Wibowo dan meminta yang bersangkutan hadir menemui peserta aksi.

Baca Juga:Pelaksanan SPMB di SMPN 05 Cikarang Selatan Berjalan Lancar Perkuat Cikarang Sebagai Kota Modern, Lippoland Hadirkan Oaze Lakeside Homes

Sebelumnya, salah satu anggota Dewan Syuro Fukhis, Ustaz Dede, mengaku menerima informasi adanya oknum anggota DPRD yang diduga melontarkan pernyataan bernada meremehkan rencana aksi para ulama dan umat Islam yang menolak revisi Raperda Kepariwisataan.

“Memang ada rumor yang melemahkan kegiatan aksi. Namun informasi tersebut membuat kami semakin semangat melakukan aksi damai melakukan penolakan,” ujar Ustaz Dede kepada Cikarang Ekspres, Kamis (9/7).

Meski demikian, Ustaz Dede enggan mengungkap identitas oknum anggota DPRD yang dimaksud.

Situasi berubah ketika Ombi Hari Wibowo tiba di lokasi menyusul anggota DPRD lainnya. Saat naik ke mobil komando, ia langsung mendapat teguran keras dari KH Sofwan di hadapan massa aksi.

Menanggapi tudingan tersebut, Ombi menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama. Ia menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana isu yang beredar, namun tetap menghormati para ulama dan meminta bimbingan.

“Pertama, apapun yang disampaikan tadi saya sampaikan juga ke Pak Kiai, yang paling utama permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Karena etika terhadap ulama itu, apapun yang beliau sampaikan pasti hak kebenarannya,” kata Ombi.

Ombi juga menepis tuduhan telah menghina atau meremehkan ulama. Menurutnya, sebagai seseorang yang tumbuh di lingkungan pesantren, dirinya tidak mungkin memiliki niat demikian.

Baca Juga:Harga Emas Antam Terbaru Hari Kamis, 9 Juli 2026: Kompak Turun, Cek Rinciannya Di Sini!Ormas Islam di Bekasi Tolak Revisi Perda Pariwisata, Desak Pasal Larangan Hiburan Malam Dipertahankan

“Saya mohon izin, itu mohon maaf, saya tidak menyampaikan apa yang memang tersebar dalam isu itu. Apalagi saya dari pesantren. Tapi apapun itu saya tetap menghaturkan terima kasih, permohonan maaf, dan meminta bimbingan dari para ulama,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar