Mahasiswa Rujak Pemkab Bekasi di Forum Cipayung Plus

Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Bekasi berdialog interaktif dengan jajaran Pemkab Bekasi
Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus Bekasi berdialog interaktif dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjawab tuntutan pasca aksi unjuk rasa bertajuk \'BenahinBekasi\' di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat pada Senin (06/04/2026)
0 Komentar

“Tuntutan kami masih general. Ke depan perlu ada pertemuan khusus agar bisa lebih spesifik, sehingga masalah dan solusinya bisa kita kerucutkan bersama,” jelasnya.

Selain itu, Adhil juga meminta DPRD Kabupaten Bekasi untuk tidak setengah-setengah dalam mengawal aspirasi mahasiswa. Menurutnya, seluruh poin tuntutan harus diperjuangkan tanpa terkecuali.

“Kami minta DPRD mengawal semuanya, bukan hanya satu atau dua poin saja,” katanya.

Baca Juga:Timnas Indonesia Disebut Setara dengan Italia Ini AlasannyaPesta Pernikahan Berujung Maut di Purwakarta Tamu Mabuk Tewaskan Tuan Rumah

Dalam pernyataannya, Adhil turut menyoroti pola komunikasi sejumlah dinas yang dinilai masih lemah dan kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat maupun mahasiswa.

Ia mengkritik sikap sebagian pejabat yang dinilai baru responsif ketika menghadapi persoalan besar, namun cenderung abai terhadap aspirasi yang disampaikan sebelumnya.

“Jangan sampai pejabat baru bergerak ketika sudah ketahuan masalahnya. Selama ini terkesan elit, tapi ketika ada persoalan baru sibuk,” sindirnya.

Bahkan, ia menyinggung secara langsung minimnya respons terhadap komunikasi yang dilakukan mahasiswa, baik melalui surat maupun pesan singkat.

“Forum-forum mahasiswa, surat, bahkan pesan WhatsApp sering tidak direspons. Padahal itu bentuk aspirasi yang harus dijawab,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kritik simbolik, pihaknya bahkan sempat “menyindir” dengan memberikan pulsa dan kuota kepada beberapa dinas, agar tidak lagi menjadikan alasan teknis sebagai penghambat komunikasi.

“Kami sampai kirim pulsa dan kuota, barangkali selama ini tidak dibalas karena tidak ada kuota atau pulsa,” ucapnya.

Baca Juga:‎Pemudik Motor Asal Kuningan Dibegal di Jalur Lingkar Tanjungpura, Sang Begal Tinggalkan Jejak Sarung TanganTujuh Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Dapat Merusak Kesehatan Otak

Adhil pun mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk lebih aktif menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah. Ia memastikan mahasiswa siap menjadi pengawal jika aspirasi tersebut tidak direspons.

“Silakan masyarakat bersurat atau menghubungi dinas, DPRD, atau Plt Bupati. Kalau 1×24 jam tidak direspons, laporkan ke kami, nanti akan kita kawal bersama,” pungkasnya.

Senada, Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, M. Faisal Haq menegaskan bahwa slogan “Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera” harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar jargon tanpa implementasi.

Menurutnya, slogan tersebut seharusnya menjadi refleksi sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan kinerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

0 Komentar