KBEonline.id, BEKASI – Pengamanan aksi unjuk rasa Aliansi Cipayung Plus Bekasi di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (6/4), berlangsung kondusif. Pendekatan humanis aparat kepolisian mencairkan suasana, terutama aksi Polisi Wanita (Polwan) yang membagikan air mineral kepada massa aksi.
Dalam pantauan Cikarang Ekspres di tengah ratusan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, sejumlah Polwan tampak aktif menyapa dan berdialog ringan. Kehadiran mereka dinilai mampu mencairkan suasana dan meredam potensi ketegangan di lapangan.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif.
Baca Juga:Sopir Kabur Diduga Pakai Sabu, Truk Beras Terperosok di TambunArif Dianto Maju sebagai Calon Ketua KADIN Karawang, Usung Visi Ekonomi Inklusif dan Berdaya Saing
“Langkah sederhana ini menjadi simbol kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepedulian bagi masyarakat yang menyampaikan aspirasi,” kata Sumarni kepada Cikarang Ekspres.
Sebanyak 422 personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan tersebut. Kegiatan dipimpin AKBP Alin Kuncoro selaku Perwira Pengendali yang juga menjabat Plt Wakapolrestro Bekasi, bersama Kapolsek Cikarang Pusat Kompol Elia Umboh sebagai Kapam Objek.
Sekitar 100 mahasiswa menyampaikan berbagai tuntutan strategis, mulai dari isu kesehatan, pendidikan, infrastruktur, reformasi birokrasi, ketenagakerjaan, hingga pengelolaan BUMD dan tata ruang wilayah.
Meski membawa sejumlah tuntutan, Sumarni menyatakan bahwa aksi unjuk rasa kawan-kawan mahasiswa Cipayung Plus Kabupaten Bekasi berlangsung tertib. Pendekatan humanis aparat disebut menjadi salah satu faktor yang menjaga situasi tetap kondusif.
“Kehadiran Polwan yang aktif menyapa, berdialog ringan, hingga membagikan air minum kepada peserta aksi, mampu mencairkan suasana dan memperkuat kesan bahwa Polri hadir sebagai pelindung sekaligus sahabat masyarakat,” imbuhnya.
Setelah aksi, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menjelang akhir, dilakukan penandatanganan kesepahaman sebagai bentuk komitmen bersama.
Sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai dan massa membubarkan diri dengan tertib.
Baca Juga:Nyari Motor Listrik Terbaik 2026? Coba Beberapa Rekomendasi Ini, Performanya Gahar Kalahkan Motor BensinPolisi Kembali Grebek Kampung Tramadol di Cikarang Utara
Sumarni menilai, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan mahasiswa menjadi kunci terciptanya ruang demokrasi yang sehat.
“Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan suasana yang aman, tertib, dan saling menghormati,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi maupun keluhan terkait kamtibmas. “Masyarakat bisa langsung menghubungi kami melalui layanan pengaduan yang tersedia 24 jam,” tambahnya.
