KARAWANG, KBEONLINE.ID — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengangkatan kepala sekolah (kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian pelantikan dan promosi jabatan kepala sekolah yang baru.
Aep menyebut, dunia pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan dan pembangunan infrastruktur sekolah. Ia menegaskan bahwa peran guru sangat besar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.
“Saya bisa seperti ini karena guru. Maka dari itu, pendidikan menjadi prioritas, baik kesejahteraan maupun pembangunan infrastruktur,” ujar Aep, Jumat (24/4).
Baca Juga:20 Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 24 April 2026: Ada Item Kejutan, 2026 Gems hingga 9.999.999 FC PointsJadwal Film Bioskop Trans TV Hari Ini 24 April 2026 Lengkap Sinopsisnya: Nonton Fall dan Aftermath Malam Ini
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas di berbagai daerah pemilihan (dapil). Meski saat ini fokus pembangunan berada di Dapil 2, wilayah lain juga tetap mendapatkan perhatian.
Selain itu, Aep menekankan agar kepala sekolah yang baru dilantik menjaga etika dan tidak melakukan penyimpangan, khususnya dalam pengelolaan anggaran seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Tidak boleh menzalimi guru, semua harus sesuai aturan. Dana BOS harus dikelola dengan baik dan transparan,” tegasnya.
Aep juga memastikan bahwa proses pengangkatan kepala sekolah dilakukan tanpa praktik jual beli jabatan. Ia menegaskan bahwa penunjukan jabatan dilakukan secara murni berdasarkan kompetensi.
“Tidak ada jabatan yang ditukar dengan sesuatu. Semua murni berdasarkan kepercayaan dan kemampuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Karawang, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa proses seleksi kepala sekolah telah melalui berbagai tahapan ketat sesuai regulasi yang berlaku, termasuk asesmen dan uji kompetensi.
“Semua tahapan sudah dilalui, mulai dari assessment, job fit, hingga seleksi sesuai Permendikbud 2025, sehingga hasilnya terfilter oleh sistem dan kementerian,” ujar Wawan.
Baca Juga:Jadwal Pertandingan Persib Bandung vs Arema FC: Tayang di TV Mana dan Jam Berapa?Program JELITA SMPN 4 Tambun Utara: Perpaduan Religi, Literasi Kartini, dan Aksi Lingkungan Kreatif
Ia menyebutkan, total pelantikan kepala sekolah mencapai 200 orang, terdiri dari 199 promosi dan satu rotasi susulan. Rinciannya meliputi 9 kepala SMP dan 190 kepala SD yang berasal dari berbagai jenjang guru.
Menurut Wawan, meskipun kebutuhan kepala sekolah secara umum telah terpenuhi, masih terdapat dinamika di lapangan, seperti adanya pejabat yang pensiun atau terkendala masalah administratif.
