Banjir Jadi Curhatan Warga Puri Cikarang Hijau, Saeful Islam: Pengembang Jangan Dablek

reses dewan
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saeful Islam, menggelar kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Perumahan Puri Cikarang Hijau.
0 Komentar

KBEonline.id – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Saeful Islam, menggelar kegiatan reses masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Perumahan Puri Cikarang Hijau, Kecamatan Cikarang Utara, Sabtu (02/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi warga. Dalam dialog yang berlangsung, isu banjir menjadi salah satu keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.

Warga mengungkapkan bahwa banjir kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi, terutama akibat buruknya sistem drainase serta pendangkalan saluran air di lingkungan perumahan. Kondisi ini dinilai semakin parah ketika aliran air tidak berjalan optimal dan tersumbat sampah.

Baca Juga:10 Brand Baju Muslim Wanita Viral 2026, Favorit TikTok yang Sering Ludes dalam Hitungan Menit!10 Merek Baju Muslim Pria yang Sedang Tren 2026, Nomor 7 Paling Viral!

“Kalau hujan deras, air cepat naik dan masuk ke rumah. Kami berharap ada perbaikan drainase dan normalisasi saluran agar tidak terus berulang setiap tahun,” ujar Mashabi disela-sela kegiatan tersebut.

Mashabi, mengatakan banjir di wilayahnya sudah menjadi persoalan tahunan yang belum tertangani secara maksimal. Ia berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah melalui aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut.

Pengembang Jangan Dablek

Menanggapi hal itu, Saeful Islam menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial. Ia bahkan menyinggung peran pengembang perumahan agar tidak abai terhadap sistem lingkungan.

“Jangan sampai pengembang dablek. Bangun perumahan tapi tidak memperhatikan drainase dan tata kelola air. Ini yang akhirnya jadi beban warga dan pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari pembenahan drainase lingkungan, normalisasi saluran air, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Ini gak bisa tambal sulam. Harus serius dan menyeluruh, dari drainase lingkungan sampai normalisasi kali. Termasuk kesadaran kita semua soal kebersihan,” lanjutnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi itu juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan titik rawan banjir, khususnya di kawasan perumahan padat seperti Puri Cikarang Hijau. Selain itu, peningkatan kapasitas saluran air dinilai penting agar mampu menampung debit air saat hujan deras.

0 Komentar