Saan Mustopa Desak Pemerintah Bangun Underpass dan Flyover di Tiap Perlintasan Kereta

saan
Saan Mustopa
0 Komentar

KBEonline.id -Tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem keselamatan transportasi. Peristiwa yang menelan korban jiwa itu tak boleh berhenti sebagai insiden, melainkan harus jadi titik balik evaluasi total.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan bahwa keselamatan pengguna harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik. Hal itu mencakup tidak hanya moda transportasi, tetapi juga infrastruktur pendukungnya.

“Transportasi publik itu pertama yang namanya keselamatan para pengguna menjadi hal yang sangat penting. Jadi keselamatan dan jaminan atas keselamatan mereka itu harus ada,” kata Saan Mustopa saat ditemui di Cikarang, Sabtu (02/05).

Baca Juga:Senin Besok Sidang Perdana Ade Kunang dan HM Kunang di Bandung, 7 Jaksa KPK Siap MenuntutDi Bawah Komando Ketua DPD Siti Qomariyah NasDem Kabupaten Bekasi Bidik 7 Kursi DPRD 2029

Menurut Saan, sistem transportasi harus mampu memberikan rasa aman bagi penumpang secara menyeluruh. Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan, terutama terkait kedisiplinan masyarakat di perlintasan kereta.

“Sudah ada peringatan bunyi kereta mau lewat, itu penting untuk dipatuhi. Maka edukasi terkait disiplin masyarakat juga harus terus dilakukan,” katanya.

Selain itu, sorotan juga diarahkan pada banyaknya perlintasan tanpa palang pintu yang dinilai rawan. Saan Mustopa menyebut, kondisi tersebut harus segera dimitigasi dengan pemetaan tingkat kerawanan di tiap wilayah.

“Perlintasan yang tidak berpalang itu harus dimitigasi. Semua potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan harus dipetakan, apakah kendaraan yang menerobos atau faktor lainnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, langkah mitigasi perlu dilakukan dengan melihat tingkat kerawanan di masing-masing wilayah. Untuk daerah dengan lalu lintas padat, pembangunan infrastruktur seperti flyover atau underpass dinilai menjadi solusi yang perlu diprioritaskan.

“Di daerah yang sangat padat sudah harus mulai dipikirkan, apakah dibuat flyover atau underpass. Itu penting karena kalau ada masalah bisa menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan,” jelasnya.

Sementara untuk wilayah yang tingkat kepadatannya belum terlalu tinggi, peningkatan sistem pengamanan di perlintasan tetap harus dilakukan, terutama melalui pemasangan palang pintu yang memadai. “Yang penting bagaimana palang pintunya bisa lebih menjamin keselamatan,” ujarnya.

Baca Juga:Aksi Bobol Sekolah Makin Marak di Karawang, SDN Kondangjaya II Diangkut 7 Comeback dan 2 InfokusnyaSiap-siap Lowker Sopir, Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi

Lebih lanjut, Politisi Partai NasDem itu menyatakan bahwa, keselamatan dalam transportasi bersifat universal dan tidak membedakan siapa pun. “Keselamatan itu tidak mengenal siapa pun,” tandasnya. (Iky)

0 Komentar