KBEONLINE.ID KARAWANG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang mulai mengintensifkan layanan kontrasepsi mantap, yakni Metode Operasi Pria (MOP/Vasektomi) dan Metode Operasi Wanita (MOW/Tubektomi). Layanan ini kini dialihkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang setelah sebelumnya bekerja sama dengan pihak swasta.
Pada pelaksanaan perdana di RSUD, tercatat sebanyak 12 akseptor Vasektomi telah mendapatkan pelayanan medis dari tiga kecamatan , yaitu Purwasari, Majalaya, dan Karawang Timur.
“Kita harapkan minggu lusa jumlahnya bisa naik lagi seiring dengan penyesuaian sistem pelayanan di RSUD,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Pemberdayaan Keluarga DPPKB Karawang, Edi Zulkarnain, Senin (4/5).
Baca Juga:Jaga Asa Juara! Babak Pertama Persib Bandung Unggul 1-0 Lewat Gol Kilat Matricardi atas PSIM YogyakartaSurga Tersembunyi di Bogor! Wisata Air Pegunungan Ini Cuma Rp10 Ribu
Pihaknya optimis tren positif ini akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat. Pemerintah daerah sendiri telah menetapkan target tahunan yang cukup signifikan untuk program Keluarga Berencana ini. Untuk tahun 2026, target akseptor MOP ditetapkan sebanyak 15 orang, sementara untuk MOW mencapai 366 orang.
Terkait prosedur teknis, layanan di RSUD Karawang dijadwalkan setiap hari Sabtu. Pemilihan hari tersebut dilakukan untuk menghindari kepadatan pelayanan pasien umum yang biasanya memuncak pada hari kerja Senin hingga Jumat.
“Kalau hari kerja itu rumah sakit sangat penuh,” jelasnya.
Dengan dilakukan pada hari Sabtu, koordinasi di ruang operasi diharapkan dapat berjalan lebih tenang dan fokus.Sebelum menjalani tindakan operasi, setiap calon akseptor wajib melewati tahapan skrining yang ketat pada hari Kamis. Proses seleksi ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien memenuhi syarat medis sebelum dilakukan tindakan operatif.
Skrining awal sebenarnya telah dilakukan oleh petugas di tingkat kecamatan dan Puskesmas masing-masing wilayah. Namun, pihak RSUD tetap melakukan pemeriksaan ulang (re-skrining) demi menjaga keamanan dan mutu layanan kesehatan.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, DPPKB Karawang akan memperkuat strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di tengah masyarakat. Upaya advokasi kepada para pemangku kepentingan juga akan ditingkatkan guna memperluas jangkauan program.
“Kami akan mengoptimalkan KIE dan advokasi di lapangan agar target 15 MOP dan 366 MOW per tahun ini benar-benar bisa tercapai dengan baik,” pungkas Edi.(aufa)
