KBEonline.id – Pernah merasa bingung saat melihat menu minuman yang menawarkan matcha dan green tea sekaligus? Sekilas terlihat sama, warnanya pun serupa. Namun ketika dicicipi, rasanya bisa sangat berbeda. Di titik ini banyak orang mulai bertanya, sebenarnya apa yang membuat keduanya tidak benar-benar sama?
Secara dasar, matcha memang termasuk dalam kategori teh hijau. Keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Namun perjalanan dari kebun hingga ke cangkir membuat karakter keduanya berkembang ke arah yang berbeda. Di sinilah cerita menariknya dimulai.
Perbedaan pertama sudah muncul sejak masih di kebun. Tanaman teh yang akan dijadikan matcha diperlakukan dengan cara khusus, yaitu ditutup dari paparan sinar matahari selama beberapa minggu sebelum panen. Teknik ini dikenal sebagai shading. Tujuannya untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine dalam daun. Hasilnya, daun menjadi lebih hijau pekat dan memiliki rasa yang lebih lembut serta gurih.
Baca Juga:Bukan Sekadar Cantik, Ini Makna Dua Bunga Matahari yang Jarang Disadari!5 Merek Hijab Anti Meleyot yang Lagi Dicari di 2026, Nyaman Dipakai Seharian dan Tetap Tegak!
Sementara itu, teh hijau biasa tumbuh di bawah sinar matahari langsung. Proses ini menghasilkan daun dengan karakter rasa yang lebih ringan, segar, dan sedikit sepat. Dari sini saja sudah terlihat bahwa fondasi rasa keduanya memang dibangun dengan pendekatan yang berbeda.
Masuk ke tahap pengolahan, perbedaannya semakin terasa jelas. Matcha dibuat melalui proses yang cukup panjang dan detail. Setelah dipanen, daun dikukus untuk menghentikan oksidasi, lalu dikeringkan dan dipisahkan dari batang serta uratnya. Bagian daun yang tersisa disebut tencha, kemudian digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk yang sangat halus.
Di sisi lain, green tea lebih sederhana. Daun teh cukup dikukus atau dipanggang, kemudian dikeringkan dan dibentuk. Hasil akhirnya berupa daun utuh, serpihan, atau kantong teh yang siap diseduh.
Cara menikmatinya juga menjadi pembeda paling mencolok. Matcha dikonsumsi dengan cara dilarutkan langsung ke dalam air atau susu. Artinya, seluruh bagian daun teh benar-benar masuk ke dalam tubuh. Inilah yang membuat kandungan nutrisinya lebih padat, termasuk antioksidan dan kafein.
Berbeda dengan green tea yang hanya diseduh. Air panas akan mengekstrak sari dari daun, lalu daunnya dibuang. Yang diminum hanya hasil seduhannya, sehingga kandungan yang masuk cenderung lebih ringan.
