KBEONLINE.ID CIKARANG SELATAN – Sebanyak 255 pelajar dari 43 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Wilayah Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Cikarang Selatan.
Acara yang berlangusng pada Rabu, (13/5/26) ini dipusatkan di SDN 2 Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan. Pelajar yang mengikuti Festival ini dibuka untuk kelas 1 hingga 6 SD.
Ketua Panitia Festival Tunas Bahasa Ibu, Hanifah mengatakan, festival ini dalam rangka melestarikan budaya bangsa umumnya budaya sunda. Sebab, Kabupaten Bekasi masuk Darah Jawa Barat.
Baca Juga:Bupati Aep Hibahkan Tanah untuk Rumah Lansia di Cilamaya, Lengkap dengan Program Ketahanan PanganBTS Konser di GBK Jakarta! Ini Dia Rekoemdasi Hotel Murah, Banyak Penginapan Full Booking Jelang Akhir Tahun
Adapun yang di perlombakan seperti, Biantara (pidato bahasa Sunda), Ngarang carpon (mengarang cerita pendek), Maca jeung nulis aksara Sunda, Borangan (ngabodor sorangan/komedi tunggal) serta Maca sajak (membaca puisi).
“Jadi karena bahasa ibu kita di Wilayah Jawa Barat maka yang di perlombakan bahasa sunda. Jadi beda daerah beda pula bahasa yang di perlombakan. Misalkan kalau Daerah Jawa Timur maka yang di perlombakan bahasa jawanya. Jadi bahasa ibu di setiap daerah itu berbeda-beda,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, FTBI merupakan Program Nasional yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai bagian dari revitalisasi bahasa daerah.
” Jadi FTBI tingkat Kecamatan ini merupakan ajang seleksi. Jadi bagi siswa yang berprestasi atau yang jadi juara di tingkat Kecamatan ini maka berhak ikuti FTBI tingkat Kabupaten hingga Provinsi,” ucapnya.
Ia menambhkan, FTBI ini juga sebagai bentuk memperkenalkan budaya sunda sejak usia dini. Jangan sampai anak-anak ini tidak tahu budayanya sendiri.
“Jadi mudah-mudahan dengan adanya ajang FTBI ini, anak-anak bisa mengenal bahasa dan budaya sunda. Tentunya di sekolah-sekolah juga harus ada pembiasaan bahasa sunda maka budaya sunda ini akan membudaya di sekolah-sekolah,” tandasnya. (mil)
