I.League Siapkan Sanksi Pengurangan Poin untuk Tim Musafir Musim Depan

i League
i League
0 Komentar

kbeonline.id – Operator kompetisi sepak bola Indonesia mulai bersikap lebih tegas terkait penggunaan stadion kandang oleh klub peserta liga musim depan. Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa klub yang masih berpindah-pindah markas atau berstatus “tim musafir” berpotensi mendapat hukuman pengurangan poin.

Aturan ini nantinya berlaku untuk seluruh peserta Super League, Championship, hingga Liga Nusantara pada musim 2026-2027.

Klub Wajib Bermain di Stadion Sesuai Domisili

Menurut Asep Saputra, setiap klub diwajibkan mendaftarkan stadion kandang yang sesuai dengan domisili mereka masing-masing. Artinya, klub tidak bisa lagi terlalu sering bermain di kota lain tanpa alasan jelas.

Baca Juga:Super League 2026-2027 Dipastikan Baru Dimulai SeptemberPersija Tersingkir dari Perebutan Gelar, Rizky Ridho Minta Maaf ke Jakmania

“Iya, mereka harus pulang. Kalau tidak bisa, tentu ada sanksi. Bisa saja memulai kompetisi dengan poin minus,” ujar Asep setelah konferensi pers Club Licensing Cycle 2025-2026 di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa operator liga ingin kompetisi berjalan lebih profesional dan tertata. Dalam beberapa musim terakhir, fenomena tim musafir memang cukup sering terjadi karena persoalan stadion, renovasi, hingga izin penggunaan venue.

Bagi suporter, situasi seperti ini juga sering merugikan karena tim kesayangan tidak benar-benar bermain di rumah sendiri.

Lisensi Klub Jadi Faktor Penting

Selain soal stadion, pengurangan poin juga bisa diberikan kepada klub yang tidak memenuhi syarat lisensi klub atau Club Licensing 2025-2026.

Asep menjelaskan bahwa hampir seluruh peserta Super League musim ini sudah memiliki lisensi yang dibutuhkan untuk tampil di musim depan. Namun ada satu klub yang belum memenuhi syarat tersebut, yakni PSBS Biak.

Kebetulan, PSBS Biak juga sudah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan.

“Kalau regulasi menyebut harus memenuhi syarat tertentu dan klub tidak bisa memenuhinya, tentu ada potensi pengurangan poin,” jelas Asep.

Baca Juga:Johnny Jansen Soroti Fair Play dan Mental Pemain Bali United usai Kalah dari Borneo FCTanpa Barba dan Lucho, Persib Hadapi Ujian Berat di Parepare

Klub Promosi Sudah Kantongi Lisensi

Kabar baiknya, tiga klub promosi ke Super League musim depan disebut sudah mengantongi lisensi untuk tampil di kasta tertinggi.

Garudayaksa FC, Adhyaksa FC, dan PSS Sleman dinilai sudah memenuhi syarat administrasi dan infrastruktur yang dibutuhkan operator liga.

0 Komentar