KARAWANG, KBEONLINE.ID — Brits Hotel Karawang kembali menghadirkan pertunjukan seni budaya tradisional melalui kolaborasi bersama Pendepokan Ibing Alkhafi yang menjadi sanggar keempat tampil dalam program pelestarian budaya lokal pada 9 Mei 2026.
Program ini merupakan bentuk komitmen Brits Hotel Karawang dalam mendukung komunitas seni budaya lokal sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi para tamu hotel melalui pertunjukan budaya tradisional Sunda.
General Manager Brits Hotel Karawang, N.Zikri mengatakan bahwa kerja sama dengan komunitas budaya menjadi langkah penting dalam memperkenalkan identitas budaya Karawang kepada masyarakat luas.
Baca Juga:Brits Hotel Karawang Hadirkan Beragam Promo Menarik dan Kolaborasi Spesial di Bulan Mei 2026Siaran Langsung Malaysia Masters 2026 Tayang di TV Mana? Cek Link Live Streamingnya
“Kolaborasi ini berangkat dari keinginan kami untuk tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang yang bisa menghadirkan pengalaman lebih bermakna bagi tamu. Kami ingin budaya lokal semakin dekat dan dikenal masyarakat luas melalui pertunjukan seni tradisional di Brits Hotel Karawang,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Assistant Manager Brits Hotel Karawang, Diinto menjelaskan bahwa konsep pertunjukan budaya dikemas lebih interaktif agar tamu hotel tidak hanya menikmati penampilan, tetapi juga dapat merasakan suasana budaya Sunda secara lebih dekat.
“Kami membangun konsep Hospitality As Community Hub, di mana hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas lokal termasuk seni budaya. Tamu bahkan dapat berinteraksi langsung dan mencoba belajar bersama para penari,” katanya.
Pendepokan Ibing Alkhafi sendiri merupakan sanggar seni yang berfokus pada tari tradisional Sunda, khususnya ibing pencak, yaitu seni tari yang memadukan unsur bela diri khas Sunda dengan gerakan tari tradisional.
Pendepokan yang didirikan oleh Pendiri Pendepokan Ibing Alkhafi, Agus Gunawan S.Pd. ini resmi berdiri pada tahun 2026 setelah sebelumnya aktif sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Karawang Timur dengan nama Ibing Dukati dan berhasil mengikuti berbagai perlombaan hingga tingkat nasional.
Menurut Agus Gunawan, salah satu tujuan utama dibentuknya pendepokan ini adalah untuk membangkitkan kembali eksistensi penari laki-laki dalam budaya Sunda yang saat ini mulai jarang ditemukan.
“Kami ingin mencetak generasi penerus budaya, khususnya penari laki-laki atau jawara Sunda. Budaya memiliki karakter dan pakem yang perlu dijaga agar identitas seni tradisional tetap terpelihara,” ungkapnya.
