“Penularan Ortho hantavirus akibat lingkungan yang kurang higienis di mana lingkungan tersebut menyediakan sumber makanan bagi tikus, maupun menyediakan tikus untuk tempat tinggal maupun berkembang biak, sehingga terjadilah kasus-kasus infeksi pada manusia,” ucapnya.
Sebagai virus RNA, mutasi ortho-hantavirus tergolong rendah jika dibandingkan flu burung atau coronavirus. ”Jadi, memang ketika virus ini jumping ke bukan inang alamiahnya, seperti tadi yang sudah saya sampaikan, Seoul virus itu dia mempunyai inang alamiah itu Rattus norvegicus atau tikus got. Ketika jumping ke Rattus tanezumi, ini mengalami mutasi karena mungkin ada tekanan imun dari inang baru sehingga dia mutasi dan menghasilkan serang virus seperti itu,” tutur Arif.
Untuk penularan hantavirus antar tikus memang lebih mudah ketimbang dengan manusia. Selain dengan aerosol, penularan antar tikus dapat melalui perkelahian, saling menggigit, sampai perkawinan. (bbs/mhs)
