Bagi PSIM, keberadaan pemain yang mampu menembus level tim nasional menjadi bukti bahwa pembinaan dan pengembangan pemain muda yang dilakukan klub berada di jalur yang tepat.
Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Klub
PSIM menegaskan bahwa strategi mereka tidak hanya berfokus pada pemain yang siap tampil saat ini, tetapi juga mengembangkan talenta muda yang memiliki prospek cerah untuk masa depan.
Cahya Supriadi menjadi salah satu contoh nyata dari visi tersebut. Dengan pengalaman yang terus bertambah di level klub maupun tim nasional, ia diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi utama PSIM dalam menghadapi tantangan Super League 2026-2027.
Baca Juga:Dari Teja hingga Barba, Inilah Pemain Persib Paling Sering TampilPersija Bersih-Bersih Skuad, Tujuh Pemain Asing Resmi Dilepas
Keputusan mempertahankan Cahya sekaligus memberikan sinyal bahwa Laskar Mataram ingin membangun tim yang kompetitif dengan mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda potensial.
