KBEONLINE.ID, PURWAKARTA – Berbicara soal kuliner khas Purwakarta, hampir semua orang akan langsung mengingat Sate Maranggi. Makanan khas Sunda ini bukan sekadar sate biasa, melainkan warisan kuliner yang memiliki karakter rasa berbeda dibanding sate Madura maupun sate dari daerah lain di Indonesia. Keistimewaannya terletak pada proses marinasi daging menggunakan racikan rempah, bawang putih, ketumbar, gula merah, kecap, dan bumbu rahasia yang didiamkan selama beberapa jam hingga meresap sempurna ke dalam serat daging.
Karena bumbu sudah meresap sejak awal, Sate Maranggi tidak memerlukan saus kacang ketika disajikan. Justru perpaduan daging bakar yang harum dengan sambal tomat segar, irisan bawang merah, cabai rawit, atau sambal oncom menjadi ciri khas yang membuat cita rasanya begitu autentik. Aroma asap dari bara arang, lelehan lemak yang menetes ke bara api, hingga sensasi juicy ketika daging digigit menjadi pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.
Jika Anda berencana berburu Sate Maranggi di Purwakarta, berikut lima tempat yang paling direkomendasikan.
Baca Juga:Rekomendasi Tempat Pensiun yang Menawarkan Ketenangan dan Keindahan Alam di Subang SelatanSatpol PP Karawang Kawal Penertiban Bangunan Liar untuk Dukung Normalisasi Kali Apur
1. Sate Maranggi Hj. Yetti, Ikon Kuliner Purwakarta dengan Ribuan Pengunjung Setiap Hari
Alamat: Jalan Raya Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Lokasinya hanya sekitar 5 menit dari Gerbang Tol Cikopo (Cipali) dan sangat mudah ditemukan karena berada tepat di jalur utama.
Nama Sate Maranggi Hj. Yetti bisa dibilang sudah menjadi ikon wisata kuliner Purwakarta. Hampir setiap akhir pekan maupun musim liburan, restoran ini dipenuhi kendaraan pribadi, bus pariwisata hingga rombongan keluarga dari Jakarta, Bandung, Karawang, Bekasi, bahkan Cirebon. Bangunannya sangat luas menyerupai aula besar dengan ratusan meja makan. Area parkirnya mampu menampung puluhan bus besar sehingga tidak heran jika tempat ini menjadi langganan rombongan wisata.
Hal pertama yang langsung mencuri perhatian adalah dapur pembakarannya. Puluhan panggangan berjejer memanjang dengan bara arang merah menyala. Para pembakar sate bekerja sangat cepat membolak-balik ratusan tusuk sate menggunakan kipas blower berukuran besar. Aroma asap bercampur lelehan lemak yang jatuh ke bara menciptakan wangi khas yang membuat siapa pun sulit menahan rasa lapar.
