KBEONLINE.ID – Pengeluaran untuk bahan bakar minyak atau BBM menjadi salah satu pos rutin yang sulit dihindari, terutama bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, kuliah, mengantar keluarga maupun menjalankan usaha.
Masalahnya, kebutuhan BBM tidak selalu sama setiap bulan. Jarak tempuh, kondisi lalu lintas, intensitas perjalanan hingga perubahan harga BBM dapat membuat pengeluaran transportasi ikut naik-turun.
Dalam kondisi tersebut, mengatur anggaran BBM tidak cukup hanya dengan memperkirakan, “Biasanya habis sekian rupiah.”
Baca Juga:Macet Pagi Bikin Bensin Cepat Terkuras? Ini 12 Cara Bikin Motor Matic Tetap Irit, No 11 Mujarab!Mobil Mulai Kusam? Ini 14 Tempat Poles Mobil di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur yang Bisa Jadi Pilih
Pengendara perlu mengetahui pola pemakaian kendaraan dan mencatat pengeluaran secara rutin.
Dengan begitu, perubahan harga BBM tidak langsung membuat keuangan bulanan berantakan.
Berikut 13 taktik cerdas mengatur anggaran bensin setiap bulan dikutip dari YouTube autoshop official Sabtu, (5/9/2026).
1. Hitung Pengeluaran BBM Bulanan dari Data Nyata
Langkah pertama adalah mengetahui berapa sebenarnya uang yang dihabiskan untuk BBM dalam satu bulan.
Catat setiap kali melakukan pengisian, termasuk tanggal, jumlah liter dan nominal yang dibayarkan.
Jangan hanya mengandalkan ingatan. Data selama beberapa bulan akan memberikan gambaran yang jauh lebih akurat mengenai kebutuhan BBM.
2. Tentukan Jatah BBM Sejak Awal Bulan
Setelah mengetahui rata-rata pengeluaran, buat satu pos khusus untuk BBM.
Misalnya, jika rata-rata pengeluaran mencapai Rp500.000 per bulan, nominal tersebut bisa dijadikan titik awal anggaran.
Baca Juga:Tidur Larut? Ini 10 Cara Mengatur Ulang Jam Tidur Malam Anak yang Berantakan Akibat Kebiasaan Libur PanjangMacet Jangan Cuma Bikin Emosi! Ini 10 Podcast Spotify yang Bisa Bikin Waktu di Jalan Jadi Lebih Berarti
Namun, sebaiknya jangan membuat anggaran terlalu mepet. Berikan sedikit ruang untuk menghadapi perjalanan tambahan atau perubahan harga BBM.
3. Jangan Menghitung Berdasarkan Rupiah Saja
Nominal uang yang dikeluarkan memang penting, tetapi jumlah liter juga perlu dicatat.
Harga BBM dapat berubah, sehingga pengeluaran Rp100.000 pada satu periode belum tentu menghasilkan jumlah bahan bakar yang sama pada periode lainnya.
Dengan mencatat liter, pemilik kendaraan bisa mengetahui apakah kenaikan pengeluaran disebabkan oleh harga BBM atau karena konsumsi kendaraan memang meningkat.
4. Ketahui Konsumsi BBM Kendaraan
Cobalah menghitung berapa kilometer yang bisa ditempuh kendaraan untuk setiap liter BBM.
Caranya relatif sederhana. Catat jarak tempuh dan jumlah bahan bakar yang digunakan dalam periode tertentu.
