Data tersebut kemudian dapat menjadi patokan untuk memperkirakan kebutuhan BBM pada bulan berikutnya.
Mengetahui konsumsi BBM juga membantu pemilik kendaraan mendeteksi jika tiba-tiba penggunaan bahan bakar menjadi jauh lebih boros dari biasanya.
5. Pisahkan BBM untuk Kerja dan Keperluan Pribadi
Bagi orang yang menggunakan kendaraan untuk bekerja sekaligus aktivitas pribadi, pengeluaran BBM sebaiknya dibedakan.
Baca Juga:Macet Pagi Bikin Bensin Cepat Terkuras? Ini 12 Cara Bikin Motor Matic Tetap Irit, No 11 Mujarab!Mobil Mulai Kusam? Ini 14 Tempat Poles Mobil di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur yang Bisa Jadi Pilih
Contohnya, perjalanan rumah-kantor dapat dimasukkan sebagai kebutuhan rutin, sedangkan perjalanan rekreasi atau aktivitas tambahan masuk dalam pos berbeda.
Cara ini membuat penggunaan BBM lebih mudah dievaluasi dan mencegah anggaran kebutuhan utama tercampur dengan pengeluaran lainnya.
6. Buat Anggaran Mingguan
Anggaran bulanan terkadang terasa terlalu besar untuk dipantau.
Karena itu, nominal tersebut bisa dibagi menjadi target mingguan.
Misalnya, anggaran BBM Rp600.000 per bulan dapat dibagi menjadi sekitar Rp150.000 per minggu sebagai patokan awal.
Jika pada satu minggu pengeluaran sudah jauh melebihi batas tersebut, kondisi itu bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi perjalanan pada minggu berikutnya.
7. Sisihkan Dana Cadangan
Jangan menghabiskan seluruh uang yang disiapkan untuk BBM hanya karena kondisi perjalanan sedang normal.
Sisakan sebagian sebagai dana cadangan.
Dana tersebut dapat digunakan ketika ada kebutuhan mendadak, seperti perjalanan tambahan, pekerjaan di lokasi berbeda atau perubahan harga BBM.
Dengan adanya cadangan, pengendara tidak perlu mengambil uang dari pos makan, tagihan atau kebutuhan rumah tangga ketika pengeluaran BBM tiba-tiba meningkat.
8. Kurangi Perjalanan yang Tidak Perlu
Baca Juga:Tidur Larut? Ini 10 Cara Mengatur Ulang Jam Tidur Malam Anak yang Berantakan Akibat Kebiasaan Libur PanjangMacet Jangan Cuma Bikin Emosi! Ini 10 Podcast Spotify yang Bisa Bikin Waktu di Jalan Jadi Lebih Berarti
Salah satu cara paling efektif mengendalikan biaya BBM adalah mengurangi jarak tempuh yang sebenarnya tidak diperlukan.
Beberapa aktivitas dapat digabung dalam satu perjalanan.
Misalnya, setelah pulang kerja hendak membeli kebutuhan rumah tangga, pilih toko yang berada di jalur perjalanan daripada harus kembali keluar rumah pada malam hari.
Semakin efisien perjalanan, semakin sedikit pula BBM yang digunakan.
9. Manfaatkan Rute yang Lebih Efisien
Rute terpendek belum tentu selalu menghasilkan konsumsi BBM paling rendah.
Jalan yang dipenuhi kemacetan dan kondisi stop and go dapat membuat kendaraan lebih sering berakselerasi dan mengerem.
Sebelum berangkat, pengendara dapat memeriksa kondisi lalu lintas melalui aplikasi navigasi dan mempertimbangkan rute alternatif yang lebih lancar.
