KBEONLINE.ID – Banyak orang menganggap yoghurt sebagai salah satu pilihan makanan sehat karena kaya protein, kalsium, serta mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Namun, harga yoghurt yang relatif lebih mahal membuat sebagian masyarakat berpikir dua kali untuk mengonsumsinya secara rutin.
Padahal, ada alternatif sumber protein yang jauh lebih ramah di kantong, mudah ditemukan di pasar maupun warung, yaitu tempe.
Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai. Berkat proses fermentasi tersebut, kandungan gizinya menjadi lebih mudah dicerna tubuh. Tak heran jika tempe sering direkomendasikan oleh para ahli gizi sebagai salah satu sumber protein nabati terbaik.
Baca Juga:Polres Karawang Resmi Naik Tipe Menjadi Polresta, Kapolres: Kado Terindah untuk MasyarakatHarganya Hanya Rp100 Ribuan! 5 Rekomendasi Ban Motor Terbaik yang Awet dan Murah
Dalam setiap 100 gram tempe, terkandung sekitar 18–20 gram protein berkualitas, disertai serat, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, hingga berbagai vitamin B yang penting untuk menjaga metabolisme tubuh. Kandungan ini menjadikan tempe sangat baik untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia.
Selain kaya nutrisi, tempe juga memiliki keunggulan dari sisi harga. Sepotong tempe berukuran sedang umumnya dijual mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 dan dapat dikonsumsi beberapa kali makan. Sementara itu, satu cup yoghurt umumnya dibanderol mulai dari belasan hingga puluhan ribu rupiah, tergantung merek dan ukurannya.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa tempe dan yoghurt memiliki manfaat yang sedikit berbeda. Yoghurt unggul karena mengandung probiotik hidup yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Di sisi lain, tempe lebih menonjol sebagai sumber protein nabati, serat, vitamin, dan mineral dengan harga yang jauh lebih ekonomis.
Bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola makan sehat dengan anggaran terbatas, tempe dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan protein. Pengolahannya pun sangat beragam, mulai dari dikukus, ditumis, dipanggang, dijadikan pepes, hingga dicampurkan ke dalam sup. Untuk menjaga kandungan gizinya, sebaiknya hindari menggoreng tempe terlalu lama atau menggunakan minyak berulang kali.
Jika ingin memperoleh manfaat probiotik seperti yang terdapat pada yoghurt, masyarakat tetap bisa mengonsumsi makanan hasil fermentasi lainnya secara bergantian. Namun, untuk memenuhi kebutuhan protein harian dengan biaya yang lebih hemat, tempe merupakan salah satu pilihan terbaik yang dimiliki Indonesia.
