KARAWANG, KBEOnline.id – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) resmi memulai pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) di area Kampus 2. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan pada Selasa (30/6/2026) ini menandai babak baru pengembangan sarana prasarana perguruan tinggi tersebut.
Gedung tiga lantai seluas 3.780 meter persegi ini dirancang untuk mengatasi kepadatan aktivitas akademik di Kampus 1 sekaligus meningkatkan fasilitas pendukung kegiatan mahasiswa. Rektor UNSIKA, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., menjelaskan bahwa proyek ini merupakan realisasi dari Detailed Engineering Design (DED) yang telah disiapkan sejak 2019.
“DED gedung ini sudah disusun sejak 2019. Setelah penantian yang cukup panjang, alhamdulillah hari ini cita-cita UNSIKA untuk memiliki Gedung Serbaguna akhirnya mulai diwujudkan. Kami hanya melanjutkan perencanaan yang telah dibuat oleh pimpinan sebelumnya,” ujar Prof. Ade.
Baca Juga:Rekomendasi Tempat Wisata Edukasi Anak di Jogja dan Bandung yang Cocok untuk Mengisi Libur Sekolah Pekan IniUpdate Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU Jawa Hari Ini Rabu 1 Juli 2026: Ada Kenaikan atau Penurunan?
Lebih lanjut, Prof. Ade memaparkan bahwa gedung ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk ruang kelas bersama, auditorium, aula, serta ruang kegiatan mahasiswa. Kehadiran gedung ini diharapkan mampu memperkuat daya tampung UNSIKA bagi mahasiswa dari berbagai daerah, baik lokal, nasional, maupun internasional.
“UNSIKA adalah wajah Kabupaten Karawang. Dengan hadirnya gedung ini, kami berharap Kampus 2 mampu mengakomodasi mahasiswa dari Karawang, Jawa Barat, daerah lain di Indonesia, bahkan mahasiswa internasional,” tambahnya.
Pembangunan GSG ini menggunakan skema pembiayaan Badan Layanan Umum (BLU). Dari pagu anggaran sebesar Rp31,355 miliar, proses tender menghasilkan nilai kontrak Rp25,084 miliar. Hal ini mencatatkan efisiensi anggaran sebesar Rp6,271 miliar.
Proyek yang dikerjakan oleh KSO PT Bangun Nusa Raya ini ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender, atau rampung pada Desember 2026. Setelah pembangunan selesai, gedung akan memasuki masa pemeliharaan selama 180 hari sebelum diserahterimakan secara akhir.
Wakil Bupati Karawang, Maslani, turut hadir dan memberikan apresiasi atas langkah strategis UNSIKA. Ia berharap keberadaan gedung baru ini nantinya tidak sekadar menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga pusat inovasi yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap gedung ini menjadi tempat lahirnya gagasan-gagasan besar, teori akademik, sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kepada kontraktor, kami berpesan agar pembangunan dilaksanakan secara profesional sehingga selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik,” pungkas Maslani.(aufa)
