KBEONLINE.ID KARAWANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Karawang resmi menggelar program pelatihan membatik tradisional tahun anggaran 2026. Program ini dirancang untuk mencetak wirausaha baru di bidang seni kriya batik guna memperkuat kearifan lokal daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan UKM (PPukm) Disperindagkop UKM Karawang, Leoni, menjelaskan bahwa pelatihan ini ditujukan bagi para wirausaha pemula yang memiliki minat dan passion kuat di bidang batik.
“Kami arahkan dan saring dari para calon wirausaha pemula yang memang berminat dan punya passion di bidang batik,” ujar Leoni, Minggu (12/7).
Baca Juga:Live Streaming Perempat Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Belgia, Nonton Gratis di SiniRSUD Karawang Resmi Pindahkan Layanan IGD ke Gedung Baru
Kegiatan ini diselenggarakan menyusul data minimnya jumlah perajin batik di Kabupaten Karawang yang saat ini hanya berjumlah sekitar empat unit usaha. Kondisi ini membuat potensi batik dengan kearifan lokal Karawang dinilai belum terekspos secara maksimal ke publik.
Dalam program ini, sebanyak 100 peserta terpilih yang terbagi dalam empat angkatan mendapatkan pembekalan intensif selama lima hari. Pelatihan mencakup materi pola dasar batik tulis, teknik pembuatan pola batik cap, hingga proses pewarnaan kain batik.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 150 orang. Pihak Disperindagkop UKM melakukan proses kurasi ketat melalui wawancara untuk memastikan komitmen para calon peserta sebelum ditetapkan menjadi peserta pelatihan.
Leoni menegaskan bahwa meski pelatihan berlangsung selama lima hari, pihaknya tidak melepas begitu saja para peserta. Disperindagkop UKM menyediakan fasilitas berupa peralatan canting sederhana agar para peserta dapat terus berlatih keterampilan membatik di rumah masing-masing.
Sebagai upaya pengembangan berkelanjutan, pemerintah daerah juga menyediakan Rumah Belajar Batik.
“Oleh karena itu, kami ada Rumah Belajar Batik untuk memperdalam skill dari para calon pengrajin batik,” tambah Leoni.(aufa)
