Perebutan Juara Tiga Piala Dunia Prancis VS Inggris, Laga Perpisahan Didier Deschamps dan Kebangkitan Tuchel

Prancis vs Inggris
Prancis dan Inggris kembali turun ke lapangan pada Piala Dunia 2026, tetapi kali ini bukan untuk memperebutkan tiket menuju final. Dua raksasa sepak bola Eropa itu harus menerima kenyataan pahit usai gagal di babak semifinal dan kini akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami
0 Komentar

Kunci kemenangan Spanyol terletak pada kedisiplinan lini pertahanan mereka. Kylian Mbappe yang selama turnamen menjadi ancaman utama dibuat tidak berkutik karena selalu mendapat penjagaan berlapis. Ruang yang biasanya dimanfaatkan sang bintang untuk melakukan sprint maupun duel satu lawan satu praktis tertutup rapat. Akibatnya, Les Bleus kesulitan menciptakan peluang bersih meski beberapa kali berhasil menguasai permainan.

Di sisi lain, Spanyol menunjukkan efisiensi luar biasa. Mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Setiap kesalahan kecil Prancis langsung dimanfaatkan secara maksimal hingga menghasilkan dua gol kemenangan. Kekalahan 0-2 tersebut menjadi bukti bahwa dominasi penguasaan bola saja tidak cukup ketika berhadapan dengan tim yang memiliki organisasi bertahan dan efektivitas serangan sebaik Spanyol.

Inggris Hancur dalam Sepuluh Menit, Messi Jadi Dalang Comeback Argentina

Jika Prancis tersingkir karena kalah efektif, maka Inggris harus menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan. The Three Lions sebenarnya hanya tinggal selangkah lagi menuju final setelah Anthony Gordon membawa timnya unggul lebih dahulu atas Argentina. Saat waktu pertandingan terus berjalan, harapan publik Inggris untuk kembali mencicipi final Piala Dunia setelah puluhan tahun terasa semakin nyata.

Baca Juga:Live Streaming Perebutan Juara Tiga Piala Dunia 2026 Prancis vs Inggris, Ada Duel Panas Mbappe vs BellinghamKuasa Hukum Kasworo Bantah Pernyataan Pihak Epson, Sebut Kepengurusan Koperasi Masih Sah

Namun semua berubah drastis pada sepuluh menit terakhir pertandingan. Momen tersebut menjadi panggung bagi Lionel Messi untuk kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain pembeda. Tanpa mencetak gol, kapten Argentina itu menjadi aktor utama kebangkitan Albiceleste melalui dua umpan matang yang membelah pertahanan Inggris.

Assist pertama berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Enzo Fernandez untuk menyamakan kedudukan. Belum sempat Inggris memulihkan konsentrasi, Messi kembali mengirim umpan brilian yang diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan. Dalam hitungan menit, keunggulan Inggris lenyap begitu saja, sementara Argentina memastikan tiket menuju final melalui salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Strategi Thomas Tuchel Dipertanyakan, Harry Kane Akui Mental Tim Runtuh

Kekalahan dramatis itu langsung memicu gelombang kritik terhadap pelatih Inggris, Thomas Tuchel. Banyak pengamat menilai keputusan sang pelatih menjadi titik balik yang membuat Argentina mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Saat unggul 1-0, Inggris justru memilih menurunkan intensitas serangan dan lebih fokus bertahan untuk menjaga keunggulan.

0 Komentar