Selama masa kepemimpinannya, Deschamps berhasil mengukir prestasi yang sulit ditandingi. Ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, mengantar tim mencapai final Piala Dunia 2022, serta membawa Les Bleus menembus tiga semifinal Piala Dunia secara beruntun. Konsistensi tersebut menjadikan era Deschamps sebagai salah satu periode paling gemilang dalam sejarah sepak bola Prancis.
Meski gagal mempersembahkan trofi dunia kedua sebelum mundur, kesempatan meraih medali perunggu tetap memiliki nilai simbolis yang sangat besar. Kemenangan atas Inggris akan menjadi penutup yang layak bagi perjalanan panjang Deschamps sekaligus memperkuat warisan besarnya sebagai pelatih yang mengembalikan Prancis menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Rotasi Besar Diprediksi Terjadi, Tetapi Gengsi Tetap Dipertaruhkan
Melihat padatnya jadwal selama turnamen, kedua pelatih diperkirakan akan melakukan sejumlah rotasi. Pemain-pemain yang selama ini lebih banyak menghuni bangku cadangan kemungkinan akan memperoleh kesempatan tampil sejak menit pertama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama Piala Dunia berlangsung.
Baca Juga:Live Streaming Perebutan Juara Tiga Piala Dunia 2026 Prancis vs Inggris, Ada Duel Panas Mbappe vs BellinghamKuasa Hukum Kasworo Bantah Pernyataan Pihak Epson, Sebut Kepengurusan Koperasi Masih Sah
Meski demikian, kualitas pertandingan diperkirakan tidak akan mengalami penurunan signifikan. Kedalaman skuad Prancis dan Inggris dikenal sangat merata. Pemain pelapis mereka merupakan bintang-bintang yang juga menjadi andalan di klub-klub elite Eropa. Kehadiran wajah-wajah baru justru berpotensi membuat tempo pertandingan semakin terbuka karena para pemain ingin membuktikan kemampuan mereka.
Prancis juga memiliki modal psikologis dari catatan pertemuan sebelumnya. Les Bleus pernah mengalahkan Inggris 2-1 pada perempat final Piala Dunia 2022, pertandingan yang masih dikenang karena kegagalan Harry Kane mengeksekusi penalti penting. Selain itu, Prancis juga sempat mengalahkan Inggris dalam laga persahabatan pada 2017. Namun seluruh catatan tersebut tidak akan banyak berarti ketika peluit awal dibunyikan. Di Miami nanti, yang dipertaruhkan bukan sekadar medali perunggu, melainkan harga diri dua raksasa sepak bola Eropa yang sama-sama ingin menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.
