Meskipun bisa sedikit berisik saat ramai oleh pengunjung, tetapi tempatnya masih cukup kondusif untuk dinikmati di malam hari. Menunya cukup bervariatif, tidak hanya menu makanan berat saja, namun ada berbagai cemilan untuk menemani malam bersama kawan-kawan. Dengan budget mulai Rp25.000–50.000 per orang, kamu bisa mendapat tempat nyaman untuk menghabiskan waktu luang. Datang lebih awal agar kebagian tempat yang strategis ya!
4. Lapak Ngopi Karawang
Lapak Ngopi Karawang menawarkan kedai kopi dengan konsep homey dihiasi dekorasi vintage yang cukup nyaman untuk kamu datangi di Karawang. Cafe dengan desain rustic dan industrial sangat cantik dan instagramable untuk spot foto.
Berlokasi di Jl. Panatayuda I No.18, RT.Guro 1, Nagasari, Kec. Karawang Barat, tempatnya luas dengan area indoor dan outdoor, juga fasilitas Wi-Fi gratis, dan sering juga diadakan live music dan stand-up comedy.
Baca Juga:Tingkatkan Kompetensi Mengajar Renang Guru Olahraga SD, Dosen Unsika Gelar Pelatihan Lewat Kegiatan PkMTinjau Lapas Karawang, Rieke Diah Pitaloka Apresiasi Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Ketahanan Pangan
Beragam menu cemilan seperti bakwan, tempe, pisang goreng, kentang dan aneka makanan berat dipadu dengan berbagai olahan kopi dari biji pilihan. Pelayanan cepat, harga makanan dan minuman juga masih terjangkau. Parkiran cukup minim tetapi ada petugas parkir yang siap membantu kapanpun.
5. Alun-Alun Kota Karawang
Rekomendasi tempat nongkrong murah selanjutnya adalah Alun-Alun Kota Karawang. Buka setiap hari dan menjadi tempat rekreasi bagi warga sekitar, Alun-Alun Kota Karawang berlokasi di Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, merupakan ruang publik terbuka yang gratis dikunjungi.
Tersedia berbagai jajanan dari pedagang kaki lima di sekitar area untuk jajan sambil nongkrong di alun-alun. Di kawasan ini juga ada playground mini dengan perosotan dan area berumput hijau. Tempat bersantai di pusat kota ini cukup nyaman, luas dan sering digunakan untuk acara komunitas.
6. Bendungan Walahar
Belum lengkap bicara tempat nongkrong di Karawang tanpa menyebutkan Bendungan Walahar. Destinasi wisata ini adalah bangunan peninggalan Kolonial Belanda di Karawang yang dibangun pada tahun 1923.
Awalnya, Bendung Walahar awalnya dibangun melintang pada aliran Sungai Citarum dan mengairi sawah-sawah di Karawang. Bangunan bendung terdiri dari 3 bagian; bagian bawah (pintu penahan air), bagian kedua merupakan jembatan seluas 3 meter, dan bagian ketiga merupakan ruang mesin untuk mengatur sistem bendung.
