10. Sejumlah Jalan di Bekasi Timur
Bukan hanya Jatimulya, sejumlah wilayah di Kecamatan Bekasi Timur juga tercatat memiliki titik rawan banjir.
Dokumen perencanaan pengelolaan sumber daya air mencatat beberapa area di Bekasi Timur sebagai kawasan yang masih memiliki potensi atau riwayat banjir.
Dokumen yang sama juga mencatat area yang mencakup Bekasi Timur dan Tambun Selatan.
Baca Juga:15 Tempat Servis Elektronik di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur, No 14 Bisa Dipanggil ke Rumah!Bingung Cari Daycare? Ini 15 Tempat Penitipan Anak di Jatimulya Tambun Selatan dan Bekasi Timur
Artinya, warga yang melintas dari Jatimulya menuju Bekasi Timur perlu memperhatikan kondisi jalan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
11. Jalan di Kawasan Perbatasan Jatimulya–Bekasi Timur
Wilayah yang berada di sekitar perbatasan Jatimulya dan Bekasi Timur juga perlu mendapat perhatian.
Pasalnya, sistem aliran air tidak selalu mengikuti batas administratif. Air dari kawasan yang lebih tinggi dapat mengalir menuju wilayah yang lebih rendah dan kemudian berkumpul di titik tertentu.
Karena itu, kondisi jalan di sekitar perbatasan kedua wilayah tersebut dapat berubah dengan cepat ketika hujan deras berlangsung.
Kenapa Jatimulya Sering Berurusan dengan Banjir?
Persoalan banjir di Jatimulya bukan merupakan masalah baru.
Laporan mengenai banjir di kawasan tersebut bahkan telah muncul sejak bertahun-tahun lalu. Pada 2019, warga mengeluhkan banjir yang terjadi berulang kali ketika hujan deras.
Salah satu persoalan yang disebut adalah kapasitas saluran air menuju hilir yang terbatas serta minimnya area penampungan air.
Kondisi drainase juga menjadi perhatian. Laporan mengenai Jalan PTI pada 2025 menunjukkan bahwa saluran yang tersumbat dapat menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Jangan Paksakan Motor Menerobos Genangan
Baca Juga:Tipis Bukan Berarti Gampang Lowbat! Ini 14 HP Stylish dengan Baterai Badak yang Layak Dilirik pada 2026Cuma Punya Waktu Sebelum Sarapan? Ini 15 Gerakan Kardio Ringan Tanpa Alat yang Bisa Dilakukan di Rumah
Bagi pengendara motor, genangan yang terlihat dangkal belum tentu aman untuk diterobos.
Air yang cukup tinggi dapat masuk ke komponen mesin atau sistem kelistrikan kendaraan.
Selain itu, pengendara juga sulit melihat lubang atau permukaan jalan yang rusak ketika tertutup air.
Jika genangan sudah tinggi, lebih baik mencari jalan alternatif dan menunggu kondisi kembali memungkinkan.
Bagi pengendara mobil, jangan memaksakan kendaraan masuk ke genangan apabila ketinggian air sudah mendekati batas aman kendaraan.
