KARAWANG, KBEONLINE.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang resmi membuka gelaran Job Fair dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Program yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 30 September ini, menyediakan sebanyak 2.000 lowongan pekerjaan bagi masyarakat umum melalui sistem pendaftaran daring.Selain menyediakan ribuan kuota lowongan kerja umum, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mengusung misi khusus untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Pemkab menyasar sebanyak 393 warga yang terdaftar dalam kategori desil 1 hingga desil 3 untuk langsung disalurkan ke dunia kerja.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di 309 desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan warga berpenghasilan rendah. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mengangkat perekonomian masyarakat rentan secara langsung.
“Hari ini kami membuka Job Fair, insya Allah dilaksanakan dari tanggal 1 sampai tanggal 30. Ini ada 2.000 lowongan pekerjaan. Tapi hari ini penentunya ada 393 masyarakat di desa-desa yang kami minta kepada seluruh PSM untuk mengambil dari desil 1 sampai desil 3. Ini prioritas kami untuk mengangkat masalah kemiskinan,” ujar Aep, Rabu (2/9).
Baca Juga:Emas Antam Ambruk! Harga Hari Ini Turun Rp40.000 Per Gram, Buybacknya Juga AnjlokRekomendasi 5 HP Gahar 2026, RAM-Baterai Jumbo Siap Temani Kamu Beraktivitas dari Pagi hingga Malam
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karawang berkolaborasi intensif dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Forum HRD setempat. Kelompok masyarakat prioritas tersebut nantinya akan ditempatkan di berbagai perusahaan mitra dengan jaminan upah sesuai Minimum Regional (UMR) Kabupaten Karawang, meski dengan kualifikasi pekerjaan tingkat dasar.
“Saya sudah sampaikan ke Apindo dan Forum HRD, kami tidak minta mereka dipekerjakan jadi manajer, tapi minimal mereka dipekerjakan. Misalkan perempuan untuk beres-beres, laki-laki ngepel di sana. Insya Allah ada kolaborasi Pemerintah Daerah lewat Disnaker dengan Apindo untuk penempatan di perusahaan,” tambahnya.
Mengenai mekanisme pendaftaran online yang memicu lonjakan pendaftar hingga puluhan ribu orang, Bupati Aep menilai hal tersebut wajar dan menjamin prosesnya transparan. Guna memangkas biaya transportasi serta operasional para pelamar, Pemkab Karawang memfasilitasi berbagai gedung pemerintah seperti Kantor Disnaker, Aula Husni Hamid, BKD, hingga BPBD sebagai lokasi seleksi dan tes perusahaan secara gratis.
