KBEONLINE.ID KABUPATEN BEKASI – Dinamika Kabupaten Bekasi yang terus berkembang di tengah pesatnya aktivitas industri dinilai menyimpan potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG). Kondisi itu membuat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) diminta lebih aktif melakukan deteksi dini sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.
“Di sinilah letak arti penting peran strategis FKDM. Sebagai mitra pemerintah daerah, FKDM memiliki fungsi vital dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi ATHG yang dapat mengancam stabilitas keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum di tengah masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang Pusat, Selasa (8/9).
Menurut Asep, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus dapat dibaca sejak awal. Karena itu, pengurus FKDM dituntut memiliki kepekaan sosial dan mampu menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan secara cepat kepada pihak terkait.
Baca Juga:5 Aset Ini yang Wajib Anda Punya Sebelum Umur 40 Tidak Hanya Uang Tapi Bekal Agar Tak Sengsara di Hari TuaDibalik Megahnya Kota Industri Cikarang : Ternyata Masih Ada Kampung Sunda yang Bertahan
“Informasi yang cepat, akurat, dan berimbang sangat dibutuhkan agar setiap potensi konflik atau gangguan keamanan dapat dicegah, sebelum berkembang menjadi masalah besar,” katanya.
Asep juga meminta FKDM memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI dan Polri, aparatur kecamatan, desa dan kelurahan, hingga seluruh elemen masyarakat.
“Jalin komunikasi yang erat dan harmonis dengan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, aparatur kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Selain kemampuan deteksi dini, Asep mengingatkan pengurus FKDM agar menjaga netralitas dan profesionalisme. Setiap informasi yang diperoleh dari lapangan harus disikapi secara objektif dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan tertentu.
“Jalankan tugas dengan mengedepankan objektivitas, demi terciptanya iklim kondusif yang mendukung kelanjutan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Pemkab Bekasi, lanjut Asep, siap memberikan dukungan terhadap langkah strategis FKDM dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sebab, menciptakan daerah yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bekasi akan senantiasa mendukung langkah-langkah strategis FKDM demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Mari kita bahu-membahu menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang aman, harmonis, dan damai, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (Iky)
