KBEOnline.id, KARAWANG – Duka dan kecemasan mendalam tengah menyelimuti keluarga dari Zaenal Walad Husen, warga Cikampek, Kabupaten Karawang, yang menjadi salah satu korban hilang kontak Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin. Insiden hilangnya kapal kargo berpenumpang tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, di perairan lepas saat bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Salah satu kerabat korban, Muhammad Nurgifari Ramdan, mewakili pihak keluarga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Karawang maupun masyarakat Indonesia agar para korban, khususnya Zaenal Walad Husen, dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Keberadaan korban yang menjabat sebagai Chief Officer di kapal tersebut hingga kini masih belum diketahui pasti oleh otoritas terkait maupun pihak keluarga.
“Saya mohon doanya terkait musibah yang menimpa Kapal KM Virgo Transport 8 tujuan Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak pada Minggu dini hari… Semoga beliau dapat selamat dan dapat ditemukan dalam kondisi sehat walafiat. Soalnya sampai detik ini belum ada kabar dan informasi terkait keberadaannya,” ujar Muhammad Nurgifari Ramdan, Senin (14/9).
Baca Juga:Katalog Promo Alfamart Terbaru Pekan Ini 14-17 September 2026, Frisian Flag UHT Tp 946ml All Var Cuma Rp19.200Daftar Tablet Murah Support Keyboard 2026: RAM dan Baterai Gahar Cocok untuk Pelajar, Kerja, hingga Harian
Pihak keluarga menceritakan bahwa komunikasi terakhir dengan Zaenal terjadi pada Minggu malam, sesaat sebelum kapal bertolak melakukan pelayaran. Informasi awal mengenai musibah tersebut didapatkan Nurgifari dari sang ibu yang merupakan bibi langsung dari korban, hingga akhirnya keluarga bergerak cepat mengumpulkan informasi dan memberikan bantuan dukungan dari Karawang.
Guna mencari kejelasan dan mendapatkan kabar tercepat di lokasi kejadian, tiga orang perwakilan keluarga telah diberangkatkan secara langsung menuju Banjarmasin. Ketiga orang yang bertolak tersebut terdiri dari istri korban, kakak sepupu, serta bibi korban untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat setempat.
“Ada tiga orang kebetulan istrinya, terus kakak sepupu saya, sama bibi saya sendiri berangkat menuju Banjarmasin untuk mencari tahu informasi lebih lanjut terkait keberadaan seorang Chief Officer di Kapal KM Virgo Transport 8,” kata Nurgifari.
Nurgifari mengungkapkan bahwa pertemuan terakhirnya dengan Zaenal terjadi pada hari Kamis pekan lalu saat korban menyempatkan diri bersandar dan pulang ke rumah di Cikampek. Rekam jejak profesi Zaenal sebagai pelaut sendiri sudah berlangsung lama sejak ia menikah, namun peristiwa hilang kontak ini merupakan kejadian pertama yang dialaminya selama bekerja di laut.
