“FGD ini bukan hanya forum sosialisasi, tetapi ruang dialog untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti. Kami berharap hasilnya dapat menjadi masukan nyata bagi pemerintah daerah,” ungkap Al Mukhlas.
Dukungan serupa diutarakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM.
“Sinergi lintas sektor sangat penting agar pemanfaatan DBHCHT dapat semakin optimal untuk program kesehatan dan pengendalian tembakau di Kabupaten Karawang,” tuturnya.
Baca Juga:Jadwal Ramadan dan Idul Fitri 2027 Menurut Muhammadiyah: Awal Puasa 8 Februari-Lebaran 9 MaretDirut BULOG-Waket DPR RI Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan di Karawang, Pastikan Bantuan Diterima Masyarakat
Kegiatan yang didukung oleh hibah advokasi ITCRN 2026 melalui PEBS FEB UI ini menghasilkan beberapa dokumen keluaran, termasuk rekomendasi kebijakan dan policy brief bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan DBHCHT untuk Penguatan Pengendalian Tembakau dan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Karawang.”(aufa)
