kbeonline.id – Persija Jakarta akan menghadapi ujian penting pada Oktober 2026. Dalam waktu 22 hari, Macan Kemayoran harus menjalani lima pertandingan Super League 2026/27, sehingga kebugaran pemain menjadi faktor krusial untuk mempertahankan performa positif.
Rangkaian laga dimulai dengan dua pertandingan tandang. Persija menghadapi PSIM Yogyakarta pada 10 Oktober, kemudian bertandang ke markas Persita pada 17 Oktober. Setelah itu, tiga laga berikutnya juga menanti dengan jarak waktu yang relatif singkat.
Shin Tae-yong Soroti Kondisi Fisik
Persija akan menjamu Arema FC pada 21 Oktober, dilanjutkan menghadapi Persik pada 26 Oktober. Periode padat tersebut kemudian ditutup dengan lawatan ke markas Dewa United Banten FC pada 31 Oktober.
Baca Juga:Java United Perkenalkan Cleylton Santos Jelang Penutupan Bursa TransferPersib Hadapi Jadwal Gila, Luka Menalo Bicara Pentingnya Rotasi Pemain
Situasi ini membuat Shin Tae-yong menaruh perhatian besar terhadap kondisi fisik pemain. Menurut pelatih Persija tersebut, kesiapan teknis dan taktik harus berjalan beriringan dengan kemampuan pemain menjaga stamina sepanjang rangkaian pertandingan.
Kedalaman skuad memang memberi Shin sejumlah pilihan untuk melakukan rotasi. Namun, pengelolaan beban latihan, waktu pemulihan, serta kesiapan pemain ketika mendapat kesempatan tampil juga menjadi bagian penting dari strategi menghadapi jadwal padat.
“Saya pikir kondisi tubuh adalah yang paling penting. Selain itu, kami harus memanfaatkan waktu istirahat yang baik dalam jarak perjalanan dari pekan ke pekan. Saya pikir, istirahat dan pengaturan kondisi tubuh menjadi sangat penting dalam menghadapi situasi seperti itu,” kata Shin Tae-yong.
Persija Punya Modal Awal Positif
Perhatian terhadap kebugaran semakin penting karena Persija mengawali musim dengan catatan sempurna. Tiga pertandingan pertama berhasil mereka lewati dengan kemenangan.
Macan Kemayoran menundukkan Borneo FC dengan skor 1-0, kemudian mengalahkan Persib Bandung 2-1 dan Java United FC 1-0. Hasil tersebut menjadi modal berharga sebelum Persija memasuki periode pertandingan yang lebih padat.
Dengan lima laga dalam 22 hari, konsistensi menjadi tantangan berikutnya. Shin Tae-yong perlu memastikan para pemain tetap bugar agar performa positif Persija tidak terganggu oleh padatnya jadwal dan perjalanan tandang.
