Ilustrasi

KARAWANG–  DPD Golkar Karawang menegaskan belum memutuskan arah koalisi apalagi usungan dan dukungan menghadapi Pilkada Karawang yang bakal digelar tahun 2020 alias bukan bagian dari barisan Cellica Nurrchadiana. Padahal beberapa hari sebelumnya,  keputusan rapat pleno yang diperluas di DPD Partai Golkar Karawang, Jum’at (15/11) menghasilkan keputusan mendukung Cellica dengan syarat wakil bupatinya kader Golkar.

Langkah ini diambil Golkar ditengarai lantaran Cellica sudah menyiapkan wakilnya. Namun bukan kader dari parta berlogo pohon beringin. Bukan Sukur Mulyono yang selama ini disebut-sebut didorong menjadi akil Cellica oleh Golkar.

Belakangan ini padahal Golkar selalu diasumsikan sebagai partai yang hampir pasti berada di bariasan koaliasi mendukung kembali Cellica Nurrchadiana. Apalagi Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi berhubungat sangat dekat dengan Cellica.  Malahan awal bulan Oktober  lalu dikabarkan sudah ada kesepakan politik antara Dedi Mulyadi dengan Cellica.

“Soal rekan koalisi, ini sudah mulai ada deal-deal dengan beberapa parpol lain di luar yang diperkirakan publik,” kata Cepyan kepada awak media. 

Cepyan menuturkan, jika pun ada kesepakan anatara Dedi dan Cellica itu di luar konteks sikap kepartaian melainkan kesepakan pribadi Dedi dan Cellica. “Karena hingga saat ini Golkar secara organisatoris belum menentukan sikap koalisi. Sedangkan sikap ini harus dilalui melalui mekanisme partai,” jelasnya.

Cepyan memastika, proses politik yang sedang dibangun menjelang Pilkada sangat cair, segala kemungkinan bisa terjadi. Meski, bukan hal mustahil berkoalisi dengan Demokrat yang saat ini digawangi Cellica. Begitupun sebaliknya sangat dimungkinkan pula tidak bersama Demokrat.

Menurutnya, masih cukup panjang perjalanan menuju panggung Pilkada 2020. Dalam rentan waktu ini perubahan arah dukungan dapat terjadi.

“Jadi, kami di Golkar sebenarnya belum final menentukan arah koalisi atau dukungan ke pihak-pihak tertentu, terutama yang selama ini santer disebut-sebut ke Cellica selama keputusan resmi parpol belum keluar. Sedangkan tim sukses yang sempat dibentuk oleh DPD Golkar Karawang, itu baru tahap persiapan agar saat kami resmi mengeluarkan sikap Golkar tinggal langsung bergerak,” kata Cepyan.

Selain itu, ia juga menyebut, Golkar Karawang telah menyiapkan kader sendiri untuk diusung parpolnya. Hanya saja, Cepyan masih merahasiakan figur yang dimaksudkannya.

“Tunggu dalam beberapa hari ke depan bakal kami buka seiring tim penjaringan mulai berjalan. Yang pasti, Golkar tidak hanya membuka penjaringan bakal calon wakil bupati. Kami tetap fokus membuka kesempatan kepada kader maupun non kader untuk ikut berkompetisi di Pilkada 2020 melalui Golkar.”

 Sebelumnya, keputusan rapat pleno yang diperluas di DPD Partai Golkar Karawang, Jum’at (15/11), memutuskan bahwa bakal calon wakil bupati untuk mendampingi Cellica Nurrachadiana harus dari kader Golkar atau yang diusung parpol ini.

“Desakan mayoritas teman-teman di internal Golkar, termasuk suara dari kader-kader senior, mengharapkan agar Cellica dalam pencalonannya di Pilkada Karawang 2020 didampingi calon wakil bupatinya usungan Golkar. Bisa kader maupun non kader,” jelas Cepyan Lukmanul Hakim dari Tim Kecil Penjaringan Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati DPD Partai Golkar Karawang. (bbs/kbe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here