Dosen Unsika Bantu Integrasikan Data Pesantren

0

KARAWANG – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Hasby Nihayatul Amal, Dusun Cilempuk, Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Karawang. Mereka membantu dalam mengintegrasikan data untuk mempermudah pesantren dalam melakukan pemutakhiran data.

Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait “Perpres No 39 tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia” terlaksana setelah dosen FISIP Unsika yang terdiri dari Dr. H. Lukmanul Hakim, S.Ag., M.Si, Sopyan Resmana Adiarsa, S.IP., M.A., dan Ema, S.I.Kom., M.Si membuat proyek melalui SI-HIPKA Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsika. Kegiatan dilaksanakan sebagai implementasi “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

“Satu Data Indonesia dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data yang dihasilkan oleh Instansi Pusat dan Instansi Daerah untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan,” ujar ketua tim, Lukman, belum lama ini.

Dijelaskan Lukman, acuan pelaksanaan dan pedoman penyelengaraan tata kelola data akan berkesesuaian dengan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagikan antar instansi yang berkepentingan.

“Nantinya akan lebih mudah dalam pengaplikasian data melalui meta data seperti profil identitas penyelengara, tujuan, periode, cakupan, metodologi, pengelolaan, level dan analisisnya,” jelasnya.

Ema, satu di antara anggota tim menambahkan, salah satu contohnya yaitu ketika pesantren membutuhkan bantuan untuk pengembangan dan pembangunan manajemen pengelolaan. Jika sudah satu data melalui sistem informasi yang lebih jelas melalui platform berbasis internet, instansi pusat yang menyediakan bantuan seperti Kementrian Agama atau Kemendikbud Dikti akan lebih mudah mengakses profil pesantren.

“Pandemi Covid-19 manusia harus lebih memutar otak, lebih peka terhadap perubahan zaman dan pola hidup masyarakat yang serba berubah ini. Terlebih lagi pemerintah selalu memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Jadi, integrasi satu data sangat tepat diterapkan di instansi manapun, untuk lebih mempermudah dalam pemutakhiran data sesuai dengan kondisi jaman,” ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren IT Al-Hasby Nihayatul Amal, KH. Ato Murtado membenarkan, selama ini pesantrennya belum bisa memfungsikan fungsi integrasi data digital melalui sistem informasi di website. “Makanya kami butuh bantuan dan saran dari tim dosen Unsika sebagai akademisi untuk membuat profil digital,” terangnya.

“Proses yang selama ini ditempuh di pesantren masih menggunakan cara-cara lama. Belum mampu memfungsikan data digital,” tambahnya.

Sehingga, jelas Ato, dari jumlah santri laki-laki dan perempuan kurang lebih 300 orang, terdiri dari TPQ, PAUD, SD-IT,S MP-IT dan Madrasah Aliyah. Ditambah tenaga pengajar kurang lebih tiga puluh orang, terdiri dari lulusan pesantren dan sarjana belum bisa mengintegrasikan ke dalam data digital.

“Dengan kondisi ruang belajar yang terbatas, proses belajar mengajar 10 kelas. Ditambah saat kondisi pandemi Covid-19 banyak keluhan dari wali murid terkait penghasilannya yang berkurang. Kami berharap ke depan pesantren bisa berkembang dan lancar dengan adanya sistem integrasi data digital ini,” katanya. (rls/wyd/ayi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here