Jababeka Kisruh, Investor “Angkat Koper”

4
242
istimewa

BEKASI- Kisruh antara manajemen lama dan manajemen baru, serta pemegang saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tak kunjung berakhir. Saling klaim masih terjadi. Bahkan kini dampaknya kian memburuk: investor asing sudah melepas saham KIJA mencapai Rp 122 miliar di semua pasar dari awal tahun hingga awal pekan Agustus ini atau year to date (ytd).

Mengacu data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), setahun terakhir, asing bahkan sudah keluar Rp 291 miliar di semua pasar (terutama pasar reguler) dari saham KIJA. Sentimen kisruh internal Jababeka ini tampaknya cukup meyakinkan langkah para investor segera angkat koper.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu (9/8) saham KIJA, yang sempat disuspensi pada 8 Juli lalu dibuka kembali pada 19 Juli, masih anteng di tren rendah yakni di level Rp 306/saham, tak jauh berbeda dari Senin awal pekan lalu. Secara harian, saham emiten kawasan industri di Cikarang ini bergerak dalam rentang Rp 304 – 308/saham.

Senin sore nanti (12/8), manajemen baru pun mengundang sejumlah media untuk menjelaskan duduk perkara dan dampak persoalan internal perusahaan terhadap kinerja. “Hasil RUPS Tahunan KIJA pada 26 Juni 2019 telah menimbulkan simpang siur pemberitaan di media untuk menjelaskan perkara dan efeknya ke bisnis perusahaan,” tulis manajemen baru, dalam undangan yang diterima awak media.

Hadir dalam pertemuan Senin ini yakni Iwan Margana, Presiden Direktur PT Pratama Capital Assets Management, Alfa Sri Aditya, Direktur Pratama Capital Assets Management, dan Sugiharto, Direktur Utama KIJA versi RUPS Tahunan pada 26 Juni. Kisruh ini memang bermula ketika perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 26 Juni 2019.

Dalam RUPST tersebut, disetujui pengangkatan Sugiharto sebagai direktur utama dan Aries Liman sebagai komisaris Jababeka yang baru. Saat voting itu, dua pemegang saham Jababeka yakni PT Imakotama Investindo dan Islamic Development Bank (IDB) memberikan kuasa masing-masing kepada Iwan Margana dan Pratama Capital Assets Management.

Per Juni 2019, Imakotama memegang 6,66% saham KIJA, sementara IDB punya 11,30%. Sisa saham KIJA dipegang terbesar oleh Mumin Ali Gunawan (pendiri Grup Panin) 21,09%, Hadi Rahardja (komisaris) 2,80%, Setiawan Mardjuki (direktur) 0,17%, dan investor publik 57,99%. Pengangkatan Sugiharto dan Aries Liman inilah yang menuai protes manajemen lama.

Sebanyak tujuh pemegang saham Jababeka pun mengajukan gugatan hukum atas keputusan hasil RUPST tersebut. Ketujuh pemegang saham tersebut antara lain Lanny Arifin, Handi Kurniawan, Wiwin Kurniawan, Christine Dewi, Richard Budi Gunawan, Yanti Kurniawan dan PT Venturindo Kapitanusa.

Informasi terbaru, dalam surat resmi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, pada 2 Agustus pekan lalu, dua perwakilan manajemen lama Jababeka yakni Budianto Liman (mengklaim sebagai direktur utama) dan Setiawan Mardjuki (direktur) memberikan penjelasan mengapa pihaknya mengajukan gugatan hukum atas keputusan hasil RUPS 26 Juni yang menyetujui perubahan direksi dan komisaris perseroan.

Dalam gugatan perdata, tuntutan utama yang diajukan yakni membatalkan hasil keputusan RUPS 26 Juni 2019. Artinya posisi Sugiharto dan Aries tidak sah dalam tuntutan ini. “Alasan gugatan ini ialah, adanya pihak-pihak yang mengaku sebagai kuasa pemegang pemegang saham perseroan yang hadir dalam RUPST dan melakukan voting, padahal tidak memiliki kuasa yang sah untuk menghadiri RUPST tahunan tersebut,” tulis di surat itu yang juga dikutip sejumlah media massa.

Pihak-pihak tertentu juga dinilai telah bertindak secara terorganisasi (acting in concert) yang dapat menimbulkan terjadinya kejadian change of control (perubahan pengendali) berdasarkan syarat dan ketentuan dari penerbitan US$ 300 juta Senior Notes yang diterbitkan perseroan, berdasarkan perundangan New York dan baru akan jatuh tempo pada tahun 2023.

Kondisi ini, kata mereka dalam surat itu, mengakibatkan Jababeka berpotensi terlilit pada satu kerugian yang bersifat substansial dan material dikarenakan harus melakukan pembelian dipercepat atas seluruh Senior Notes yang diterbitkan tersebut sebesar kurang lebih US$ 300 juta.

“Pengangkatan saudara Sugiharto sebagai dirut dan Aries Liman sebagai komisaris independen juga telah tidak disetujui (ditolak) oleh pihak ketiga yang berkepentingan dengan perseroan yakni PT Bhineka Cipta Karya, PT Graha Kreasindo Utama, dan PT Praja Vita Mulia,” tulis surat tersebut.

Ketiga perusahaan tersebut adalah beberapa kontraktor KIJA yang sebelumnya mengirimkan surat penolakan dan menyatakan kerugian yang mereka terima atas polemik ini pergantian direksi dan komisaris ini.

Jadwal persidangan umum dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 20 Agustus 2019 pukul Di pihak lain, Sugiharto, yang merupakan direktur utama hasil RUPS tersebut menyangkal bahwa telah terjadi perubahan pemegang pengendali. (bbs/mhs)

4 KOMENTAR

  1. Kami Menawarkan Promo – Promo JPCASH TERPECAYA
    dari banyak permainan
    seperti: poker, slot, bola, idn live game ….
    – Bonus New Member 50% All Game.
    – Bonus Next Deposit 5% All Game.
    – Bonus 10% CASHBACK Up TO Setiap Hari Selasa.
    – Min Deposit 25.000 & Min Withdraw Rp.50.000.
    – Depo & WD Terproses dengan Aman dan Cepat Hanya 3 Menit.
    Untuk Itu Mari Bergabung Bersama Kami Raih JUTAAN Rupiah Setiap Harinya Dan
    Berapa Pun Anda Menang Kami Pasti Akan Bayar
    Tanpa Ada Biaya Atw Potongan …………..

    Bisa Dengan Depo Pulsa Juga Lho …
    Minimal Depo Hanya Rp. 10.000
    Tanpa Ada Potongan

    +62-878-3093-7943
    INI Y BOS KU NO WHATSAPPNY …???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here